Bagi orang kampung dari desa tepencil seperti Bejo, memang sangat susah melafalkan kata-kata di atas. Daripada diucapkan susah mendingan dimengerti saja artinya. Kalau mau menirukan orang bule ngomong pastinya mulut harus mucu-mucu “dimonyongkan” dulu. Oke kembali ke topik utama….


TPA itu bukan tempat pembuangan akhir bukan pula taman pelajaran Al Quran tetapi Trade Practices Act 1974, TPA sebagai undang-undang dagang Australia yang lahir pada tahun 1974. TPA penting karena mengatur hubungan antar para pelaku bisnis untuk menciptakan fairness dan persaingan yang sehat serta kemnafaatan yang besar bagi konsumen. TPA sudah mengalami beberapa kali revisi atawa amendment. Kali ini si Bejo bukan Bego akan membahas dua hal dari TPA yaitu Restrictive Trade Practices dan Consumer Protection.


Kalau di Indonesia UU Hukum Dagang(STBL 1847) dan juga UU Rahasia dagang (UU No 30, 2000) terpisah dari UU Perlindungan Konsumen (UU No 8 tahun 1999)
, di Ozzy menjadi satu,


Kata-kata pertama yang keluar dari mulut Bejo: “semprul tenan”, membaca section 45, dan 45 A ibarat meluruskan rambut keriting…. Rumit banget.

Part IV Restrictive Trade Practices subsection 2 bercerita tentang larangan bagi perusahaan untuk membuat kontrak yang berisi ketentuan exclusionary provision dan yang secara substansial mengurangi kompetisi.

Di dijelaskan oleh Allen Arthur Robinson (AAR) bahwa exclusionary provision itu adalah ketentuan diantara competitor untuk mencegah, membatasi supply jasa atau perolehan jasa atau barang dari pihak tertentu atau semua pihak dalam kontrak.

An exclusionary provision is defined in s4D of the Trade Practices Act as:

  • a provision of a contract, arrangement or understanding;
  • between competitors;
  • that has the purpose of preventing, restricting or limiting supply of (services) to or acquisition of (services) from a particular person or classes of persons by all or any of the parties to the contract, arrangement or understanding.

Andy Gibson menjelaskan beberapa contoh anti competitive behavior al: market sharing agreement –A Rural press v ACCC (2003) 216 CLR 53, pemufakatan (agreement) yang dibungkus kode etis, dan standar formal kontrak.

Section 45 B dan Section 45 C berisi covenant yang mengurangi kompetisi tidak dapat dienforce….. 45 B tanah, 45 C barang.

Section 45 D dan E berisi tentang larangan bagi perusahaan untuk melakukan Boycot terhadap perusahaan lain. Section 45 D tentang Boycot primer , sedangkan 45 E tentang Boycott sekunder.

Sumber:

Andy Gibson, commercial law in principle, chapter 18,

http://www.aar.com.au/pubs/comp/fotpaug03.htm,

http://www.comlaw.gov.au/ComLaw/Legislation/ActCompilation1.nsf/0/52F720BED6E14719CA2572BF0017EBCB/$file/TradePrac1974Vol1_WD02.pdf