Bukan bejo bukan Beo. Karena Bejo nggak pengin membeo saja walaupun bahasa yang dipakai bukan bahasan kampungnya. Bejo berusaha mengerti tidak dengan membeo tetapi menyelami lebih dalam maknanya. Mungkin hanya Bejo dari kampunya yang bernasib mujur bisa melihat lebih dekat system legal yang berlaku di Australia (Australian Legal System). Mudah mudahan ke depan “in the future” akan banyak pula bejo-bejo lain dari kampung yang belajar hukum, mengerti dan menerapkannya (patuh pada hukum). Kalau saja seandainya semua orang taat hukum, pasti Indonesia akan menjadi negara yang baik. Sayangnya banyak yang buta “aksara” nggak bisa membaca ilmu hukum, dan pula tidak sadar hukum, tahunya hanya cerita orang dan duit saja. Kok ngelantur sih… oke baiklah kembali ke topik— legal system.

Dari bukunya si Andy Gibson:

Kali ini Bejo akan mempelajari nature of law, jargon-jargon, system konstitusi, sumber hukum, klasifikasi dan proceeding.

Berfungsinya “society” tidak terlepas dari peran hukum sebagai sistem yang komplek untuk mengkontrol perilaku sosial masyarakat. Sebagai alat regulasi hukum berfungsi menjelaskan apa yang boleh dan apa yang dilarang dan juga apa yang harus dilakukan. Ketiadaan hukum yang disetujui oleh masyarakat untuk ditaati akan menimbulkan kekacauan.

Fungsi hukum antara lain sebagai berikut:

  1. Keeping the peace – menjaga perdamaian
  2. Mempertahankan standard moral
  3. mengatur hubungan warga masyarakat
  4. Menyediakan fasilitas penyelesaian masalah yang adil

Di Australia ada dua jenis hukum yaitu Act (hukum yang dibuat parlemen) dan common law (hukum yang dibuat para hakim – jurisprudensi). Keduanya bersifat mengikat. Selain harus mengingat undang-undang (Act) si Bejo juga harus mengingat case-case (Common law) dari zaman baheula.

Hierarkhi hukum mulai dari tingkat commonwealth / nasional, state dan territories. Setiap jurisdiksi (wilayah) memiliki hak untuk membuat hukum. Tetapi apabila ada yang hukum yang bertentangan antara state dan commonwealth maka yang berlaku adalah hukum dari commonwealth. Australia juga mengenal pembagian kekuasaan yang dipegang oleh eksekutif melalui perdana menteri, para menteri serta governor general sebagai wakil Queen of England, Legislative yang dipegang parlemen, dan Judicial yang dipegang oleh High Court, State Supreme Court dan State Court.

Dalam memahami bahasa hukum dikenal dengan istilah literal meaning, artinya bahwa hukum harus dipahami secara lugas dan tidak multi interpretative. Kita nggak boleh memelintir suatu pernyataan yang sudah jelas. Juga ada istilah lain yaitu: Golden rule dimana hakim boleh menginterpretasikan bahasa hukum selain dari literal meaning untuk menghindari istilah yang absurd. Dan juga ada istilah “mischief rule” dimana jika hakim melihat bahwa bahasa hukum ambiguous maka mereka boleh menginterpretasikannya supaya lebih jelas dan dapat dipahami dengan mudah oleh orang awam.

Bagaimana dengan common law? Seringkali jika disandingkan dengan beberapa pengertian lain, common law dapat juga diartikan sebagai bentuk prosedural sebagai lawan dari equity law. Beberapa ketentuan pemakaian common law antara lain adalah ratio decidendi dimana untuk satu kasus yang mirip dengan kasus sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan (ratio) yang mengikat. Sebagai lawan dari obiter dicta yang tidak mengikat tetepi bersifat persuasive.

Klasifikasi hukum meliputi: Hukum public dan hukum private, substantive law dan procedural law, serta civil law dan criminal law. Selanjutnya dalam pembahasan-pembahasan berikutnya, Bejo akan bergulat dengan civil law seperti business law, contract law, tort, consumer protection dsb….