Jono adalah pegawai baru di perusahaan cleaning service milik Bu Jujuk dan Pak Wito. Jono memiliki sifat yang unik. Kebersamaannya dengan Bejo selama lima bulan meninggalkan kisah unik untuk Bejo kenang.

Jono kawan si Bejo, mereka ketemu pas di terminal. Waktu itu Jono sedang tidur-tiduran di bangku tempat duduk, lagi nunggu bus ke kota Bronto. Pertama kali ketemu langsung akrab, karena Jono termasuk orang yang banyak omong dan suka ngobrol sana sini. Si Jono ini di terminal habis dimarahin sama petugas terminal karena dia membuang puntung rokok di sembarang tempat. Kata-kata umpatan meluncur keluar dari mulutnya “aseemm tenan sapam kae”.

Ternyata mereka memiliki tujuan yang sama yaitu sekolah ke kota Bronto. “Wah kalo gitu kita nanti satu bis saja ya mas” begitu katanya.

Di kota Bronto, sambil belajar Jono tak lupa cari sambilan jadi tukang vakum “kalau dulu namanya tukang sapu” di sebuah mall besar di pinggiran kota. Demikian pula si Bejo. Ibarat pepatah “makan sambil nonton tv” kedua-duanya enak, kalau sekolah nanti kalau lulus dapat ijazah sedangkan kalo kerja pastinya dapat membuat dompet minimal nggak kosong.

Tingkah polah Jono memang sangat lucu, dari cara ketawanya saja membuat orang lain juga ketawa, apalagi kalau dia mengeluarkan jurus “jaka sembung-nya”. Yang pasti semua orang pasti senang bergaul dengan Jono.

Jono ini profilnya cukup menarik karena dia sering lupa. Yang namanya tukang vacum, meskipun statusnya nggak keren bukan berarti nggak perlu mikir saama sekali. Meskipun kerjaan kuli tapi harus pake intelek juga. Para tukang kerjanya juga pakai jadwal. Dalam satu minggu para tukang masuk 3 atau 4 kali, jadwal kerja dikasih Ibu Jujuk pas awal bulan.

Nah si Jono ini bolak-balik lupa masuknya hari apa, padahal dia juga sudah punya jadwal. Bahkan dia pernah buru-buru masuk kerja hari minggu padahal jadwalnya nggak pada hari itu. Katanya dia habis bangun tidur lupa kalo hari itu seharusnya dia nggak masuk kerja.