Memiliki mobil di kota Bronto eh Brisbane merupakan suatu kenyataan bukan merupakan mimpi atau angan-angan. Hampir setiap orang di sini mulai dari profesi cleaning sampai pada professional kelas tinggi memiliki mobil. Mengapa hal tersebut bisa terjadi, karena di Bronto eh salah lagi Brisbane ini harga mobil sangat murah.

Bejo sedang tidak ingin membandingkan harga mobil baru di Indo dan di Aussi, yang dibandingkan Bejo adalah harga mobil second yang layak pakai karena Bejo memang tidak mampu beli mobil baru.
Mengapa bisa begitu murah ya….. Pertama diukur dari penghasilan rata-rata pekerja. Indeks harga mobil dibandingkan dengan penghasilan pekerja sangat rendah. Sebagai contoh di Bronto sini, harga rata-rata mobil bekas layak pakai (mobil keluaran 1988 – 1992) adalah A$1500 sampai 2500. Untuk pekerja dengan spesifikasi pekerjaan dengan strata “rendah” seperti misalnya cleaner, driver, pelayan toko, pekerja pabrik, tukang cuci, loper koran gaji rata-rata full time per bulan sekitar 2000 sampai 3000 dollar. Dengan demikian indeks harga mobil sama dengan satu dibandingkan dengan penghasilan per bulan. Untuk pekerja yang jam kerjanya malam hari penghasilan mereka bahkan bisa lebih tinggi daripada 3000 dollar per bulan sehingga indeksnya lebih kecil dari pada satu.

Bayangkan dengan para pekerja di Indonesia yang gaji rata-ratanya sangat rendah. Nggak usah menyebut tukang sapu atau cleaning service yang memang bergaji rendah. Sebut misalnya pegawai negeri dengan gaji 2 juta per bulan, butuh berapa bulan untuk punya mobil bekas. Jika harga mobil bekas 18 juta maka kita perlu 9 bulan untuk bisa beli mobil bekas. Indeks harga per gaji dengan demikian sembilan kali lipat dari indeks di Bronto.Dengan demikian jangan tanya berapa lama kita harus kerja untuk punya mobil baru. Bisa-bisa setelah  berpuluh-puluh tahun bekerja kita baru bisa punya mobil baru.

Jenis-jenis mobil di sini antara lain: Mitsubishi magna 1991=$1500, Mitsubishi Magna 1994=$3000-$4000, Toyota corolla 1998=$1000, Ford festiva 1994=2000. Kalau 1 dollar sama dengan Rp7000 maka harga mobil berkisar dari 10 juta rupiah sampai dengan 18 juta rupiah, cukup murah bukan. Indeks di Indo sangat kontras dengan indeks di Broto. Kalau di Indo dengan harga segitu kita hanya bisa dapat mobil bekas yang sudah sangat jelek.

Bahkan untuk mobil-mobil yang tidak terlalu lama misalnya honda Jazz tahun 2005, Toyota Yaris 2005 nilai barang second-nya setelah dipakai setahun bisa 3/4 sampai setengahnya. Bandingkan dengan harga second mobil di Indo yang tidak juga beranjak turun.

Kedua, Rupanya pemerintah Aussi tidak menganggap mobil sebagai komoditas mewah. Dengan demikian penjualan mobil tidak dikenakan PPN BM maupun tarif impor yang lumayan gede. Di sini yang berlaku adalah GST (Good and sales tax) dengan tarif 10%.

Ketiga, Harga mobil murah ternyata merupakan kompensasi biaya servis yang memang lumayan mahal. Untuk kerusakan minimal kita bisa keluar biaya 100 – 150 dollar (sekitar 700 – 1 juta). Dengan demikian, daripada beli mobil bekas yang banyak mememerlukan servis rupanya banyak orang Bronto yang pilih mobil baru.

Keempat, Walaupun murah ternyata harga bahan bakar lumayan mahal. Untuk gasoline (unleaded) harganya berkisar 1.22 dollar sampai 1.4 dollar per liter (sekita 7500 – 9000 rupiah) cukup mahal bukan. Bensin memang naik turun bergantung pada naik turunnya harga minyak mentah dunia. Gabungan antara harga bensin dan biaya perawatan yang tinggi merupakan justifikasi harga mobil bekas yang murah. Tinggal pilih mana naik bus atau punya mobil sendiri he he he.

Satu hal lagi mengenai berkendara di Bronto. Sebagai orang asing kita tidak diharuskan memiliki sim Australia. Dengan memiliki SIM A di Indo beserta terjemahannya kita bisa lenggang mengemudi.