Laporan Pertanggungjawaban Pengurus UQISA Periode 2006/2007

 

 

Pendahuluan

 

UQ Indonesia Student Association (UQISA) adalah club yang bernaung di bawah UQ Union. Dalam kaitannya dengan Persatuan Pelajar Indonesia di Australia, UQISA merupakan ranting PPIA di UQ. Keanggotaan UQISA bersifat terbuka untuk semua komunitas UQ tidak terbatas pada pelajar Indonesia saja tetapi juga menampung aspirasi bagi semua golongan yang memiliki minat untuk bergabung dengan UQISA. Pada intinya UQISA berutujuan untuk mengembangkan dan memfasilitasi pengembangan akademik, pengembangan pribadi dan sosial semua student Indonesia yang berada di UQ.

Bermula pada tanggal 25 Juni 2006 yaitu pada acara Annual General Meeting (AGM), Sejarah UQISA yang baru dimulai dengan kepengurusan yang baru di bawah Presiden UQISA Sitti Maesuri Patahuddin dengan dibantu oleh Saptono Wignyokarsono di posisi Sekretaris dan Rudiyansyah di posisi Bendahara. Dengan dibantu oleh masing-masing Seksi, UQISA maju dan berkembang untuk melayani kepentingan masyarakat Students Indonesia di UQ.

Dalam laporan akhir ini, pengurus mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada semua pengurus dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam melaksanakan agenda kegiatan UQISA. Peran serta secara aktif baik pengurus, anggota, spouse maupun para permanen resident merupakan kekayaan yang dilmiliki UQISA.

Beberapa hal membanggakan yang telah dicapai pengurus pada periode 2006/2007 antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Kontribusi pada acara pesta rakyat 2006
  2. Mempelopori lahirnya PPIA Queensland
  3. Menerbitkan newsletter yang diberi judul UQISA News
  4. Menerbitkan website UQISA.org
  5. Mejalin kerjasama yang lebih erat secara internal dan eksternal terutama dengan pihak UQ international Education Directorate
  6. Menjalin hubungan yang lebih erat dengan kalangan mahasiswa undergraduates

 

Pencapaian pengurus UQISA bukan merupakan hasil kerja satu malam, tetapi merupakan hasil kerja keras yang tiada henti. Dimulai dari proses penentuan program melalui rapat pengurus inti pada tanggal 26 Juni 2006, rapat pengurus semua divisi tanggal 28 Juni 2006 di 27 Upland Road sampai pada pelaksanaan program, evaluasi dan pendanaannya. Kolaborasi yang bersifat voluntary antar students maupun dengan non students melahirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan secara indifidu maupun secara sosial.

 

Kekuatan dan sumber daya UQISA

UQISA ditunjang oleh kuatnya komitmen pengurus untuk menjalankan roda organisasi. Selain komitmen itu dedikasi yang ditunjukkan oleh para pengurus di sela-sela kesibukannya sebagai pelajar ternyata membuahkan hasil yang cukup nyata berupa berbagai kegiatan yang cukup berkualitas walaupun dilaksanakan secara voluntary. Kontribusi waktu, konsentrasi maupun financial dari pengurus telah dilakukan untuk menunjang semua kegiatan UQISA. Selain Pengurus Komite Inti, UQISA juga memiliki personel-personel handal di seksi akademis, social rekreasi, olahraga, serta informasi dan website. Tidak ketinggalan pula peran pihak non mahasiswa (spouse) dalam kegiatan UQISA juga cukup membanggakan.

Keanggotaan

Berpegang pada konstitusi UQISA bahwa keanggotaan bersifat sukarela dan voluntary dari student UQ maupun dari berbagai kalangan yang punya minat untuk bergabung dengan UQISA. Sampai pada Bulan Juni 2007 jumlah total member UQISA yang tercatat sebagai mahasiswa Indonesia sebesar 249 namun yang berpartisipasi dalam melakukan registrasi secara aktif adalah sejumlah 91 orang. Member aktif yang membayar fee registrasi dapat dilihat di lampiran.

Pencapaian UQISA

 

Kontribusi UQISA pada acara Pesta rakyat 2006

Pesta Rakyat pada tanggal 26 Agustus 2006 dalam rangka memperingati kemerdekaan RI merupakan event terbesar yang telah diselenggarakan UQISA. Dalam pelaksanaannya UQISA bekerjasama dengan mahasiswa dari uiversitas lainnya seperti QUT, Griffith University, Bond University. Acara ini melibatkan personel, dana, waktu dan konsentrasi yang lumayan besar.

Tercatat ada banyak kegiatan yang diselenggarakan di acara pesta rakyat ini. Sebagai pembuka acara dilakukan upacara bendera yang sangat khidmat dilaksanakan oleh para peserta. Untuk pertama kali dalam sejarah bendera merah putih berkibar dengan megah di puncak gedung Forgan Smith. Kemudian ditampilkan rangkaian pentas seni yang diawali dengan penampilan band dari UQ yang membawakan lagu-lagu nostalgia dan band gabungan dari beberapa Universitas yang berhasil menarik perhatian penonton. Kemudian kelompok Samaners dari UQ menampilkan Tarian Saman dengan berbagai gerakan baru dan alternatif. Angklungers tampil membawakan aransemen lagu-lagu daerah.

Selain penampil dari masyarakat Indonesia yang tinggal di Queensland, dalam kesempatan itu juga warga Queensland mendapatkan kehormatan untuk melihat dari dekat performa para penari profesional dari Sumatera Barat yang menampilkan tari Payung dan Indang. Tidak ketinggalan penampilan ibu-ibu spouse yang menampilkan tari jali-jali sementara itu anak-anak menampilkan parade busana nusantara. Balinese Community yang senantiasa malang melintang di arena kesenian di Queensland tidak ketinggalan menampilkan 3 tarian yang dibawakan oleh para penari-penari mahasiswa UQ.

Mempelopori lahirnya PPIA Queensland

Persatuan Pelajar Indonesia Queensland lahir kembali setelah sekian tahun mati suri. PPIA Queensland kembali dibentuk melalui AGM untuk memilih pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia Cabang Queensland (PPIA-QLD) pada hari Sabtu 28 Oktober 2006. Pembentukan PPIA Queenland yang selanjutnya akan mengurusi beberapa kegiatan pelayanan dengan pihak eksternal seperti pelayanan konsuler dan Immigration service dan sebagai panitia pelaksana Pesta Rakyat berikutnya. Ide pembentukan PPIA berasal dari suksenya penyelenggaraan pesta rakyat 2006 yang merupakan wujud kerjasama yang baik antar pelajar dari perguruan tinggi yg berbeda-beda di QLD dan kerjasama dg pihak PIQ. Hal ini semakin memperkuat niat para para commitee PPIA di berbagai perguruan tinggi di QLD (UQ, QUT, Griffith Brisbane & GoldCoast, Bond University, dll) untuk segera membentuk PPIA QLD.

Meningkatkan hubungan eksternal

Menjalin hubungan yang lebih erat dengan berbagai pihak telah dilakukan antara lain dengan Persatuan Indonesia Queensland (PIQ), UQ Union, International Education Directorate, Institusi Pendidikan Bahasa di UQ, program twinning Universitas Indonesia dan lain-lain.

Dalam hubungannya dengan UQ Union, UQISA telah berpartisipasi dalam 2 kali arena O week market day pada 26 Juli 2006 dan 28 Februari 2007. Pada Bulan Mei 2007 UQISA tidak ketinggalan untuk berpartipasi dalam arena diversity week dengan membuka stall. Dalam berbagai kesempatan komitee inti UQISA juga selalu mengikuti meeting yang diadakan oleh UQ Union seperti misalnya club president meeting dan lunch pembukaan office UQ Union, dan berbagai technical meeting.

UQISA mengirimkan beberapa personel sebagai tamu dalam perkuliahan bahasa Indonesia di UQ. Selain itu dalam beberapa kesempatan UQISA mengundang mahasiswa kelas bahasa Indonesia untuk hadir dalam acara-acara UQISA. Beberapa diantara mereka juga bergabung di milis UQISA. Dalam rangka pengembangan pengajaranbahasa Indonesia Personel UQISA juga turut menjadi tamu dalam dialog di radio ABC.

Pada bulan December 2006 yang lalu UQISA mengajukan proposal ke International Education Directorate dengan 3 program: pengembangan website UQISA, pembuatan UQISA Newsletter sebanyak 3 edisi, dan Induction Program bagi mahasiswa baru. Dua dari 3 usulan tersebut di setujui yaitu Dana untuk Newsletter sebesar $2,265 dan Dana Induction Program bagi mahasiswa baru: $1,061.50 Prosedur mendapatkan dana ini adalah sistem reimburse dan karena dana ini adalah Dana UQ, maka segalanya mengikuti prosedur yang mereka minta. Selain itu seminar/diskusi akademik untuk mahasiswa baru mendapat bantuan dana sebesar $250.

Selain itu UQISA juga selalu berusaha untuk memanfaatkan kedatangan tamu/pejabat dari Indonesia dengan mengajak mereka untuk berdialog untuk saling sharing dan bertukar pengalaman untuk memperkaya wawasan student. Beberapa tamu khusus yang datang ke Brisbane antara lain 16 anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD-RI) yang dipimpin oleh bapak La Ode Ida pada 10 Agustus 2006, Delegasi dari PEMDA Surabaya pada 7 September 2006 yang disponsori oleh Prof. Bing Soo, Bapak Konsulat Jendral RI di Sydney (Bapak Wardana) beserta rombongan pada tanggal 29 Oktober 2006, Bapak menteri Lingkungan Hidup beserta Istri pada 24 Februari 2007, Delegasi APEC dari Diknas dan Depnaker pada 19 April 2007 dan Atase pendidikan beserta rombongan pada 13 Mei 2007. Pendanaan dari berbagai dialog tersebut sebagian besar berasal dari pihak mereka. Detail dari laporan penggunaan dana tersebut dapat dilihat di laporan keuangan UQISA.

 

Pengambangan Budaya dan meningkatkan image Indonesia

 

UQISA senantiasa selalu turut berperan serta dalam mengembangkan seni budaya Indonesia di Queensland melalui penampilan dua motor kesenian UQISA yaitu Club Tari Saman dan Club musik angklung. Dalam periode 2006/2007 samaners (club tari saman telah 11 kali melakukan pertunjukan di berbagai event. Sementara itu Angklungers (club musik angklung) telah 7 kali melakukan pertunjukan. Selain itu UQISA dengan berkolaborasi dengan spouse maupun permanent resident ikut serta dalam pengembangan budaya melalui penampilan duta-duta kesenian anak-anak, remaja maupun ibu-ibu di berbagai event

Kegiatan Akademis untuk memperkaya wawasan

 

Kegiatan akademis telah berhasil menyelenggarakan 10 kali seminar akademik, dengan menampilkan para pembicara dari kalangan mahasiswa maupun lecturer. Seminar akademik selain untuk mengembangkan wawasan mahasiswa juga bertujuan untuk menstimulasi mahasiswa untuk mencapai hasil penelitian yang lebih berkualitas.

 

 

Social dan rekreasi melayani dengan sepenuh hati

Hubungan yang lebih erat dengan mahasiwa baru dimulai dengan mengadakan event penyambutan. Mulai dari ketika para mahasiswa baru UQ masih di Indonesia, Seksi Social dan rekreasi telah berperan secara aktif untuk menyebarkan informasi baik mengenai temporary accommodation dan juga berbagai informasi lainnya yang sangat dibutuhkan oleh calon mahasiswa UQ. UQISA melalui divisi sosial dan rekreasi menyelenggarakan acara penyambutan mahasiswa baru maupun farewell mahasiswa lama serta berbagai kegiatan social lainnya. Tercatat seksi ini telah menyelenggarakan Acara penyembutan mahasiswa baru postgradutes sebanyak 2 kali pada 2 Januari 2007 dan 3 Juni 2007 serta acara penyambutan mahasiswa Undergradutes pada tanggal 3 Maret 2007. Sementara itu acara farewell telah dilaksanakan sebanyak 2 kali yaitu pada tanggal 3 Desember 2006 dan 30 Juni 2007, serta berperan serta dalam pengumpulan dana bantuan social antara lain disalurkan kepada salah satu korban kebakaran dari Aceh.

 

Yang perlu digaris bawahi adalah penyambutan mahasiswa undergraduates pada tanggal 3 Maret 2007 merupakan kali pertama diadakan UQISA. Dalam acara tersebut UQISA menyelenggarakannya dengan acara yang casual yang didahului dengan tatap muka informal lalu dilanjutkan dengan acara barbeque dan makan malam bersama di Guyyat park St Lucia Brisbane.

 

Untuk memberikan suasana baru selepas kasibukan belajar dan menghadapi exam, UQISA divisi social dan rekreasi menyelenggarakan piknik sebanyak dua kali. Piknik pertama diadakan pada tanggal 15 Juli 2006 Manly Harbor, Cleveland Point, Wellinton Point dan Pandanus Beach. Jumlah peserta pada piknik pertama sebanyak 118. Piknik kedua dengan tujuan Noosa, Montville dan Glasshouse Mountain dilaksanakan pada tanggal 14 April 2007 dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang.

 

 

Dinamika di Milis dan kemanfaatan website UQISA.ORG:

UQISA.Yahoogroups.com merupakan alat komunikasi utama para warga UQISA dalam berkomunikasi. Melalui milis ini semua informasi UQISA disebarkan. Milis UQISA juga menjadi sarana tukar menukar informasi antar para mahasiswa sebagai tempat untuk berdialog dan bertukar fikiran dan juga kadang-kadang sebgai tempat untuk saling tukar menukar informasi. Para Warga UQISA sangat aktif menjalin hubungan melalui milis ini. Rata-rata minimal 100 posting per bulan. Selain di Milis para calon anggota UQISA juga bisa mendapatkan informasi melalui www.UQISA.org sebagai antar muka untuk mengetahu informasi tentang UQISA. Terbentuknya UQISA.ORG sebagai website resmi UQISA adalah sebagai jawaban atas permintaan banyak kalangan calon mahasiswa UQ yang sangat haus akan informasi.

Message History

Jan

Feb

Mar

Apr

May

Jun

Jul

Aug

Sep

Oct

Nov

Dec

2007

262

244

368

427

291

252

 

 

 

 

 

 

2006

349

206

148

296

235

289

418

209

176

236

161

183

 

 

Komunikasi kinerja melalui UQISA news

Penerbitan UQISA news merupakan salah prestasi besar UQISA. Dengan dokumentasi secara tertulis semua kegiatan dalam bentuk Newsletter menjadikan UQISA dikenal dan diakui. Terbitnya UQISA news diawali oleh proposal pengurus kepada International Education Directorate untuk memberikan pendanaan 3 kegiatan terintegrasi UQISA berupa penerbitan newsletter, Induction Program dan Pengembangan Website. Proses penentuan ide sampai pada terbitnya Newsletter membutuhkan waktu yang cukup lama karena dimulai dari nol. Proses menjaring ide, penulisan, review, desain grafis sampai pada proses pencetakan dilakukan oleh tim redaksi UQISA news bekerjasama dengan pihak sponsorship. UQISA news merupakan hal yang baru yang sebelumnya tidak ada.

 

 

Meningkatkan kesehatan jasmani melalui Olahraga:

 

UQISA memiliki seksi yang membidangi keolahragaan. Dua cabang olahraga yang paling diminati oleh warga UQISA dan difasilitasi oleh pengurus adalah sepakbola dan badminton. Latihan sepakbola diselenggarakan setiap akhir pekan, demikian pula latihan badminton setiap sabtu sore.

 

 

Dokumentasi mengeksplorasi keindahan Queensland

 

UQISA memberikan wadah bagi para penggemar fotografi untuk berkreasi. Salah satu wujud nya adalah dengan mengadakan workshop fotografi pada 22 – 23 Desember 2006 dan pembentukan club fotografi yang diberinama Brisbane Photographers. Kegiatan Fotografi UQISA dikelola oleh seksi dokumentasi.

Tantangan dan Hambatan

 

Partisipasi Students secara aktif belum menyentuh makna dan manfaat kegiatan UQISA.

Di bidang pendanaan, pengurus dituntut untuk aktif menggali semua potensi untuk mendanai kegiatan organisasi secara mandiri dan berkesinambungan. Hal tersebut disebabkan oleh minimya dukungan dana dari UQ Union. Belum maksimalnya fee membership juga merupakan kendala yang harus diatasi. Belum ada fasilitas berupa sekretariat yang tetap maupun terbatasnya akses penggunaan ruangan di UQ Union.

 

 

 

Akhir kata semoga UQISA bisa menjadi organisasi yang lebih maju dan lebih berkembang. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

 

 

 

 

 

 

 

Presiden UQISA

Sitti Maesuri Patahuddin
Prepared by UQISA Secretary:Saptono Wignyokarsono