Tidak perlu jauh-jauh untuk sekedar menikmati makanan halal di Brisbane. Bulan Ramadhan 1428 H, yang dimulai 14 September 2007 lalu membawa berkah tersendiri. Betapa tidak, di tengah sulitnya mencari makanan halal, terutama untuk hidangan buka puasa, Muslim Students Association University of Queensland (MSA-UQ) mengorganize buka bersama setiap hari di Musholla UQ yang letaknya di Hawken drive 232, letaknya pas di pojokan roundabout UQ (pertemuan Upland Road dan Hawken Drive).

Sungguh pula beruntung rekan-rekan kita yang tinggal tidak terlalu jauh dari Musholla, karena setiap bedug maghrib tiba maka silih berganti berbagai komunitas muslim maupun individual menyediakan hidangan berbuka yang sungguh mengundang selera.

Penyajian buka bersama ini terhitung menjadi kegiatan rutin MSA-UQ sejak 2006 yang waktu itu dipimpin oleh Takiuddin dari Malaysia. Di bawah kepengurusan M. Khatree, MSA UQ 2007 meneruskan tradisi ini. Beberapa komunitas muslim dari Indonesia, Malaysia, India, Bangladesh, Arab Saudi, Oman, dan lain-lain telah mencatatkan diri di roster/jadwal harian. Beberapa individual yang tidak sempat memasak juga dengan antusias menjadi penjamu, walaupun dengan menyerahkan urusan penyediaan makanan ke katering.

Kalau mau melihat antrian orang yang mau berbuka, tinggal tengok saja ke Musholla…. Setelah Adzan, kurma dan air putih maupun berbagai juz disediakan sebagai pembuka. Setelah itu para jamaah lalu Sholat Maghrib bersama-sama. Selesai Sholat, jamaah langsung tancap habis di antrian berdiri menunggu penyaji menuangkan nasi dan lauk pauknya ke piring plastik.

Meskipun kelihatannya orang yang mengantri banyak, nggak begitu lama langsung dapat makanan. Di minggu pertama bulan Ramadhan, menu yang mendominasi adalah nasi lemak dengan campuran daging ayam, beef maupun lamb. Sungguh nikmat, di saat seharian menahan lapar dan kesibukan kuliah dan bekerja (dan juga karena nggak sem pat masak), Musholla menyediakan makanan gratis. Para penikmat kuliner pun sehabis sholat maghrib berjajar rapi mengantri makanan lalu duduk di atas tenda biru di pelaataran Musholla. Suasana keakraban para students dari berbagai negara terjalin dengan sangat akrab di arena ini.

Pengunjung paling banyak datang kalau yang menyajikan buka adalah komunitas muslim yang besar seperti Indonesia, Malaysia, India, atau Bangladesh. Sudah pasti makanannya juga akan lebih bervariasi dengan segala pernak-perniknya. Sebagai gambaran pada saat penjamu dari IISB (komunitas muslim Indonesia di Brisbane) berbagai jenis makanan khas indonesia tumpah ruah di meja makanan. Kolak pisang, kue ketan, risoles, es buah membuka awal maghrib, berikutnya setelah sholat maghrib aneka makanan bermunculan, ada rendang, gulai ayam, ayam bumbu bali, soto, sambal goreng,dedeng pedas dan sambal hijau dan lain-lain makanan pengundang selera. Semuanya enak, gratis dan ditanggung halalan thoyyiban.

Untuk makanan dari negara lain seperti nasi lemak, kari malaysia, nasi lemak India, kari India, roti cennai dsb tinggal nongkrong aja di Musholla setiap sore. Namun sebagai penikmat kita juga dituntut untuk ikut juga berpartisipasi menjadi penjamu, karena penggilan hati mengatakan menjadi penjamu itu juga menjadi lahan amal…..atau minimal berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Beberapa hari ke depan menjelang berakhirnya Ramadhan, menu apalagi ya yang akan disajikan…..??