Vietnam, negeri dengan penduduk sekitar 80 juta jiwa lambat laun menjadi buah bibir. Bermula dari negeri yang porak poranda akibat perang pada tahun 1965, Vietnam sepakat untuk menyatukan diri setelah beberapa lama terpisah akibat perang.

Sekarang ini cerita mengenai Vietnam, didominasi oleh prestasi mereka yang mencuat di arena Sea Games, olimpiade matematika, fisika, biologi, kejuaraan robotik asia, pertumbuhan ekonomi yang fantasti, sampai pada tim sepakbola mereka yang mulai merusak dominasi Thailand dan Indonenesia di Asia Tenggara.

Dulu ketika belum pernah bertemu dengan orang-orang dari Vietnam, saya rasa cerita-cerita fantastis mengenai Vietnam hanya hiperbola. Sampai suatu saat ketika bergaul dengan mereka di UQ sebagai sama-sama students scholarship, barukah terasa etos kerja / belajar mereka yang luar biasa.

Belajar di Luar negeri merupakan hal yang harus dilakoni dengan sangat serius, sehingga mereka selalu berekspektasi untuk dapat nilai yang bagus untuk semua mata kuliah yang mereka ikuti. Dan ternyata memang demikian, banyak kawan-kawan dari Vietnam ini yang mememiliki prestasi yang sangat lumayan. Saya sangat kagum melihat fenomena ini.

Bagi mereka tidak ada hal yang bisa disepelekan, walaupun mungkin “kecil” menurut anggapan kita. Keseriusan mereka inilah yang kalau ditarik secara makro akan menjadi asset yang berharga untuk menjadi negara yang maju. Cuman sayang, mereka tidak mengenal Tuhan.