Kali ini saya akan mengulas mengenai kritik dari sudut pandang pihak yang dikritik. Harus diakui memang bahwa kritik menambah semaraknya suatu organisasi, menambah dinamika memberikan wacana baru terhadap suatu hal dan juga menambah alternatif. Ada sisi yang juga perlu dibahas yaitu bagaimana manajemen kritik dilakukan. Aku masih ingat bagaiman fungsi konflik dalam organisasi yang ternyata dapat berperan dalam memajukan organisasi tetapi memang harus dalam kadar yang proporsional dan tidak melibatkan unsur emosi dan pribadi.

 

Kritik membuat organisasi menjadi semarak. Kalau nggak ada kritik, nggak ada dinamika, nggak ada pro kontra membuat organisasi mejadi adem ayem, tanpa greget dan mejadi tidak menarik. Dan memang kritik tidak akan pernah bisa dihindari, sebagai mekanisme kontrol suatu organisasi dan juga sebagai media untuk menilai apakah semuanya telah dikerjakan dengan baik dan apakah semuanya telah berjalan sebagaimana mestinya. Dan memang tinggal dihitung berapa kepala orang yang ada dalam organisasi, tinggal hitung pula berapa jumlah perspektif berfikir mereka.

 

Kritik yang bertubi-tubi sering dapat memerahkan telinga dan mempercepat aliran darah alias membuat emosi. Apalagi jika kritik ini dilontarkan oleh orang yang kadang belum merasakan bagaimana menjalankan hal yang dikritik itu. Kriti-kritik yang tidak medudukkan secara proporsional relaitas baik itu dari sisi positif maupun dari sisi negatif membuat suasana menjadi tidak balance. Ada hal juga yang disadari ataupun tidak disadari adalah tata krama dan sopan santun dalam mengajukan kritik, sering kritik dilontrarkan tanpa mempertimbangkan hal ini. Ada juga kritik yang diajukan karena semata-mata tidak puas karena unsur pribadi (misalnya saja tidak merasa dilibatkan) wah wah kritik jenis ini paling saya benci.

 

Wacana berfikir menjadi luas dengan adanya kritik. Sering kita menjadi terlena kalau tidak dikritik, pemikiran kita menjadi sempit dan tidak mengetahu alternatif lain selain yang kita pikirkan sekarang ini. Dengan kritik wana lain akan terbuka lebar. Kalau kritik dilontarkan sebelum suatu kegiatan dilaksanakan atau sebelum events dirunning akan memperkaya aspek konseptual dan mutu kegiatan yang kita laksanakan. Tetapi jika kritik bersifat post event pastin akan menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan yang akan datang.

 

Terlepas dari relevansi dari suatu kritik atau apakah kritik dan usulan-usulan itu dapat dilaksanakan atau tidak, ya memang harus kita tanggapi dengan wise. Jangan pernah mengkomunikasikan rasa amarah kita…. Jangan pernah mengcounter dengan balasan yang bersifat menuduh dan menyerang secara pribadi. Sebagai manajer/pengurus tentunya kita memiliki otoritas dan tanggung jawab hak dan kewajiban yang kurang lebih berbeda dengan member biasa. Kita memiliki otoritas untuk membuat policy dan menentukan sesuatu, yang mengkritik tentunya tidak tahu berapa lama kita melakukan kegiatan itu, bagaimana capeknya kita melakukannya, berapa jam yang tersisaa untuk belajar dan beristirahat dan sebagainya. Walaupun kita tidak digaji, tidak sepantasnya pula kita mengungkapkan ini kepada khalayak, karena hanya akan menambah sisi negatif kita saja. Ungkapannya kurang lebih begini (kalau dulu nggak sanggup menjadi pengurus, kenapa dulu mau ditunjuk.

 

Bagaimana sebagai seorang pengurus memahami kritik:

  1. Harus tahan kritik dan tidak menjadi reaktif dan emosional
  2. Tidak stress menghadapi kritik, jangan berupaya untuk membalas kritik dengan cara yang tidak proporsional.
  3. Mencari solusi dengan mencari pertimbangan orang-orang yang posisi dan pengalamannya di atas kita.
  4. Selalu berusaha menaggapi kritik dengan wise.
  5. Reorientasi tujuan kita mengelola organisasi (Keikhlasan dan rasa berbakti)
  6. Kalau kritik sudah sedemikian terbuka dan melebar, langsung hubungi orang bersangkutan cari jalan penyesuaian dan directly ask dan mencari motif apa reasoning dan sebab timbulnya kritik.
  7. bagi waktu yang proposional dengan hal lain, belajar dan bekerja misalnya so dengan demikian kita seharusnya dapat mengalokasikan waktu yang tidak cukup banyak untuk mengelola kritik
  8. pahami dan sadari bahwa kritik itu tidak bisa dihindarkan, betapapu bagusnya kinerja kita, dan masih banyak hal lain program lain yang perlu dipikirkan lagi.
  9. Berserah diri kepada Allah…. Jalan terakhir tawakal………..

Case studies:

 

Dalam mempersiapkana acara welcoming party untuk mahasiswa undergraduates UQ program UI-UQ twinning jur psikologi tanggal 3 Maret 2007 ada beberapa orang yang mengkritik terutama pada masalah keterbukaan informasi dan kelayakan siapa saja yang pantas mendapatkan undangan. Sampai-sampai ada yang mau mengundurkan diri segala….. Terlepas dari suksesnya penyelenggaraan acara UQISA barbeque 3 maret 2007, dimana banyak comment positifnya memang pasti ada satu atau dua yang tidak puas. Saya akui memang akan ada kekuranganya, apalagi masalah yang timbul pas persiapannya, alias mobil mogok… membuat kita semakin capek.

 

Untuk memperjelas case…Beberapa rangkaian email ke milis UQISA sebagai berikut ini

Mungkin dapat memperjelas situasinya:

 

—————————————————————————-

Subject: [uqisa] selamat dan terimakasih, welcoming for undergraduates…

Dear all,

Sabtu, 3 Maret kemarin, UQISA divisi social dan rekreasi di bawah komando Riza dan Pandhu telah menyelengarakan acara barbeque welcoming party untuk teman-teman undergraduates di Guyyat Park. Acara berlangsung dari jam 3 sore saampai jam 7 malam. Yang datang…… wuah lumayan banyak, makanannya wah betul betul memuaskan, yang paling penting bahwa momen ini menjadi starting point untuk lebih mendekatkan dan menyatukan semua elemen mahasiswa di UQ. Semua teman-teman undergraduates dan teman-teman postgraduates yang belum ikut welcoming party kami undang untuk hadir. Dan ternyata banyak sekali wajah-wajah baru……. yang selama ini belum pernah kami lihat. pokoknya heboh dech. Sekali lagi ini adalah terobosan besar……. menjadi ajang saling mengenal bagi teman-teman dan saling bertegur sapa- sapa.

Welcoming party jilid dua ini diselenggarakan tidak bersamaan dengan welcoming party untuk postgraduates ADS karena memang mereka (rekan-rekan undergraduates) baru datang pada pertengahan Februari dan datangnya pun tidak bersamaan. Sehingga diputuskanlah tanggal 3 maret, tanggal yang tidak terlalu lama berselang setelah mereka datang.

Di acara tersebut, ada sharing tentang life dan study teman-teman undergraduates yang dibawakan oleh Mika, Mikha, Pandhu dan Nandha. Ada juga penampilan tarian saman yang dibawakan club saman UQ yang wah… betul-betul bagus, tidak pernah bosan kita melihatnya. Dan juga ucerita singkat tentang kegiatan-kegiatan UQISA yang dibawakan Ibu Presiden dan Riza, serta pekenalan para pengurus.

Kami ucapkan selamat kepada teman-teman undergradutes, selamat belajar, selamat menggali ilmu yang sebanyak-banyaknya dari universitas yang kita cintai ini.

Kami ucapkan terimakasih kepada semua teman-teman yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam acara tersebut. Special thanks juga bagi rekan-rekan yang terlibat aktif mengurusi acara tersebut, terutama seksi konsumsi, seksi bakar-bakar dan seksi perlengkapan dan transportasi he he he, makasih banyak ya………. …..

Salam UQISA,

Saptono Wignyokarsono

UQ Business School

Master of Commerce (Professional Accounting)

Mobile:0431043244

 

 

Subject: [uqisa] UQISA BBQ Guyatt Park, Undangan dan Informasi…

 

Wah, kalau denger komentar dan liat foto yang ada di sini acaranya kayaknya asyik banget. Sayang sekali saya nggak datang. Jadinya lepas pula kesempatan makan enak dan liat yang bening-bening, sementara di sini saya jomblo juga🙂 Ini mungkin juga karena kebodohan atau keteledoran saya yang tidak tahu ada acara ini. Saya mungkin kelewat email yang membahas tentang acara ini (atau memang nggak ada pemberitahuan? ?)

Samar-samar di milis angkatan Jan 2007 ada undangan tentang pembubaran panitia Market Day (dengan tempat dan waktu yang persis dengan acara welcoming party itu). Tapi saya juga agak ragu untuk menyambanginya karena yang diundang panitia. Sementara posisi saya nggak jelas, ada dibagian mana di panitia itu. Ingat pesannya Barbara di IALF kalau di Ausie itu kalau nggak diundang nggak bisa datang, bahkan untuk pasangan.

Oke deh, sukses acaranya, semoga benar-benar memberi banyak manfaat. Selamat datang bagi teman-teman yang baru datang, salam kenal, semoga selama berada di negeri orang ini kita bisa saling membantu.

Salam,

Sony Herdiana

 

Subject: [uqisa] Sistem Informasi Uqisa dan Keterlibatan dalam acara Uqisa

Menyambung e-mail saya tentang welcoming party II di Guyyat (yang ternyata nggak ada tanggapan).. ., saya hanya sekedar ingin mengklarifikasi beberapa hal dari kegiatan dan sistem informasi Uqisa.

Pertama, informasi resmi kegiatan Uqisa bisa saya dapatkan dari mana? Selama ini saya menganggap milis sebagai sumber informasi resmi, tapi ternyata saya tidak berhasil mendapatkan informasi mengenai welcoming party di atas…atau. …

Kedua, menyinggung istilah undangan khusus yang disebut ibu presiden, rasanya jadi agak aneh, berarti ada undangan biasa juga dong… rasanya jadi seperti ada kasta di Uqisa… dan selanjutnya menjadi ada kemungkinan yang tidak diundang (mohon dikoreksi kalau saya salah)…

Ketiga, bentuk kegiatan uqisa, apakah semuanya terbuka atau ada kegiatan-kegiatan yang dikhususkan untuk yang khusus?

Keempat, masalah pembentukan panitia suatu kegiatan. Mekanismenya seperti apa? Rasanya semuanya menjadi tiba-tiba… tiba-tiba ada yang disebut panitia market day atau panitia welcoming party…, bagaimana dengan orang yang mau membantu tapi tidak tahu ada kepanitiaan? ??

Kelima, naik haji ke baitullah atau keadilan sosial bagi …he..he… he… kelima belum ada, saya masih mikir. Segitu aja dulu kali. Maaf kalau ada yang salah, saya hanya mencoba untuk berpikir kritis (1,5 bulan IAP disuruh critical tinking terus) belum berpikir solusi. Tapi mudah-mudahan berguna bagi kemajuan Uqisa.

Salam,

Sony Asgar

————————————————————————

Subject: Re: [uqisa] Selamat atas suksesnya Welcoming Party II UQISA

Seperti yang saya sampaikan pada email saya sebelumnya, bahwa acara barbeque UQISA kemarin sabtu adalah dalam rangka penyambutan teman-teman undergraduates yang baru, sekaligus juga mengundang semua teman2 undergraduates yang lama. Kami juga mengundang beberapa teman yang ikut aktif menjadi panitia ad-hock acara uqisa sebelumnya.. .. pesta rakyat, market day, workshop fotografi, workshop akademik, seminar akademik dll. Intinya adalah selain acara welcoming juga sekaligus syukuran atas susksesnya kegiatan UQISA selama ini.

Kami sebelumnya minta maaf atas kelalaian panitia karena memang tidak ada undangan resmi di milis, maafkan karena kami tidak mengundang semua member uqisa untuk ikut acara tersebut. Namun kami juga merasa ikut bergembira atas partisipasi voluntary teman-teman yang sengaja meluangkan waktunya untuk ikut acara tersebut bukan hanya hadir tapi ikut juga bakar-bakar lho……. benar-benar luarrrr biasa.

Sekali lagi thanks ya…. semuanya saja. Mudah-mudahan kita bisa menyelenggarakan acara serupa di lain kesempatan.

Saptono Wignyokarsono

—————————————————————————————————————-

Ada-ada aja Mas Sony ini.

list khusus karena beliau ketua IISB. Undangan tak terbukan karena alasan seperti yg saya tulis sebelumnya.

Ini emang acara pertama UQISA menyambut undergraduate!

Trus mengenai sumber info, nah ini dia, sering jadi issue.

Masalahnya seperti inilah, tidak ada satu orang pun yang bisa kita paksa untuk menjadi admin dari UQISA. Coba aja, website kita kan hingga saat ini sulit untuk kita bisa update terus-menerus.

Maklumlah Mas Sony, kita semua khan sibuk.

Website yg sekarang aja, saya sudah pasang jempol buat Mas Denny atas kontribusi dan waktunya mengembangkan. Seluruhnya suka rela.

Dan saya tahu beliau saat ini sangat2 sibuk di lab.

UQISA bukan part time job.

Bentuk panitia itu emang sering dadakan karena pengurus UQISA tidak mungkin stand by setiap saat untuk bantuin/berperan.

Kalau ingin jadi volunteer, jangan khawatir, banyak waktu lain buat Pak Sony.

Pak Sony sudah banyak bantu kami dalam Newsletter. Thanks berat

dan maaf sekali lagi karena saya kelupaan nelpon Mas Sonny.

Semoga dengan partisipasi Pak Sonny di masa mendatang, akan membantu perbaikan penyediaan info di UQISA. I believe that.

Sampai ketemu dalam acara lain ya

Salam UQISA

Sitti

————————————————————————-

Menyambung email dari Ibu Sitti dan untuk menjawab email mas sony, saya sungguh ingin memberikan klarifikasi.

Pertama: Bukannya nggak ada tanggapan, kalau mas Sony jeli membaca email mengenai barbeque di Guyyat, sangat jelas sudah saya paparkan di reply email Ibu sitti… coba baca lagi mungkin ada yang terlewat. Daripada menimbulkan keraguan saya ulangi lagi bahwa kami sengaja tidak mengundang semua members uqisa karena keterbatasan dana dan ketersediaan konsumsi. Perlu juga diketahui bahwa pendanaan utama berasal dari program Twinning UI, so sudah sepantasnya apabila kami mencoba untuk berakuntabilitas terhadap dana yang kami terima (tahu khan….).

Kedua, berkaitan dengan undangan khusus, mohon dimengerti bahwa tujuan utama dari welcoming jilid dua ini adalah untuk menyambut para undergraduates baru dan juga undergraduates lama yang selama ini belum pernah dilakukan.Kita sengaja membuat membuat acara yang spesial bagi mereka karena setelah beberapa lama kita nggak pernah mengadakan acara khusus buat undergraduates. Sekalian juga acara tersebut diadakan untuk para students postgraduates yang belum ikut welcoming party tanggal 9 januari so memang undangan yang kami sebarkan adalah melalui jaringan undergraduates dan jaringan pribadi. Undangan khusus juga kami sampaikan kepada para penasehat dan juga para pengurus UQISA, serta teman-teman yang sebelumnya telah aktif terlibat dalam kepanitiaan acara besar UQISA– lihat saja pesta rakyat, acara dengan DPD, acara dengan menteri LH, acara pelayanan konsuler dan keimigrasian, workshops, market day dll. Tetapi kami juga welcome apabila ada teman-teman diluar yang kami sebutkan di atas untuk hadir……. malahan kami sangat senang karena ada yang membantu. Kalau mas Sony dapat undangan khusus dari presiden atau sekretaris UQISA jangan GR ya…….he he he, itu bukan berarti ada perbedaan kasta dengan teman-teman lain yang nggak diundang khan??. Seperti misalnya pas mas sony diundang untuk rapat newsletter itu khan namanya undangan khusus betul nggak. Mohon kiranya terms undangan khusus ini didudukkan pada proporsinya, kami sebagai pengurus inti cepat melihat potensi dari para students2 baru, misalnya pak sonny yang jago menulis langsung kami rekrut untuk masuk kedalam tim newsletter.

Ketiga bentuk kegiatan UQISA, semua kegiatan UQISA bersifat terbuka kecuali kalau tidak diumumkan di milis berarti itu bersifat khusus. Kegiatan yang bersifat khusus misalnya yang kami barbeque yang kami selenggarakan kemarin, rapat tim inti event tertentu dan juga misalnya rapat pengurus, tentu saja kegiatan-kegiatan tersebut tidak kami upload di milis. Setiap event UQISA yang bersifat umum dan terbuka InsyaAllah selalu kami upload kok di milis.

Keempat, mengenai panitia adhock event-event UQISA. memang idealnya ditawarkan di milis (semisal hayo hayo rekan-rekan yang mau ikut gabung dalam kepanitiaan mohon untuk daftar ya). Ini sudah pernah dicoba namun hasilnya kurang memuaskan. Pertama dari segi waktu, kami sebagai planner dan juga pelaksana sedikit banyak sudah mulai membaca siapa-siapa saja yang berminat dan kommit so langsung saja dihubungi. (komunikasi melalui telpon dengan pendekatan pribadi lebih efektif dan cepat). Kedua adalah komitmen, rekan-rekan yang saya hubungi secara pribadi biasanya punya komitmen akan waktu, tenaga dan energi, so jangan heran kalau pas acara market day kemarin, teman-teman mau lembur sampai jam 2. Gimana nggak kommit kalau yang menghubungi langsung sekretaris UQISA he he he:> Jangan coba bayangkan acara besar seperti pesta rakyat, lihat acara yang agak kecil semisal market day, coba lihat kalau terlibat jadi panitia minimal jadi koordinator event anda akan tahu berapa besarnya tekanan yang harus dihadapi. Mulai dari planning dan drafting acara, penyusunan panitia, komunikasi, memikirkan bagaimana untuk mendapatkan dana dan akhirnya sampai pada taraf reporting dan akhirnya bagaimana menaggapi dan menjawab berbagai pertanyaan dan kritik, itu semua perlu energi, komitmen waktu bahkan dana pribadi. Dan juga bagaiman susahnya membagi waktu belajar iya, organisasi iya bekerja juga iya hayo gimana?? Dan intinya kita hasrus tangguh. Untuk jadi panitia nggak usahlah jadi simatupang (siang malam tunggu panggilan) karena sekali anda terlibat aktif InsyaAllah kami akan selalu hubungi….. Untuk acara market day kemarin saya sudah tunjuk beberapa orang khusus yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan market day, seperti misalnya Tim Dekorasi yang terdiri dari Ben, Gede, Ariston, Dendi dan Hadi, mereka bekerja mulai dari memikirkan rancangan dekorasi, belanja bahan-bahan, pemasangan dekorasi, transportasi sampai pada finishing… ….

Seksi hadiah: Anas sudah bekerja mulaid dari mencari bahan-bahan sampai mewujudkannya menjadi kado yang indah, Seksi pencetakan kartu, Faisal, Adi dan Ade dari desain sampai jadi kartu. tim wait staff semuanya telaah diatur dengan rapi.

Demikian dulu ya………. mari jadikan UQISA sebagai lahan untuk belajar dan mengabdi

Salam UQISA,

Saptono Wignyokarsono

 

Subject: Re: [uqisa] Sistem Informasi Uqisa dan Keterlibatan dalam acara Uqisa

Hehehe..

jadi tergelitik untuk memberikan komentar..

Son,

Point 1-3 sepertinya sudah dijawab dengan tuntas dan manis oleh Bu President.

Saya hanya ingin menambahkan sedikit untuk poin ke 4..

Yah itung-itung bagi-bagi cerita..😉

Soal mekanisme pembentukan panitia, pertama kali saya juga kurang mengerti.

Waktu Market Day, saya juga sempat bertanya-tanya dalam hati,

“Kenapa kita (teman-teman baru 2007) gak diajak untuk membantu mempersiapkan stand Uqisa?

kalau kita mau bantu bagaimana caranya? Kan malu, bukan panitia tapi ujug-ujug muncul..”

Ternyata datanglah salah seorang teman 2007 (sebutlah Melati, nama samaran-pen) yang mengajak bergabung ke sekretariat Uqisa,

untuk bantu tiup balon! Yah, karena pernah berpengalaman meniup balon selama 2 tahun di Jakarta Fair (hehe.. becanda),

eh karena memang ingin tahu bagaimana sih persiapan untuk Market Day dan juga ingin bantu-bantu,

yah datang aja.. sampai di sana, langsung deh tiup balon.. dan tanpa sadar tenggelam dalam pekerjaan seksi dekorasi :

menempel foto dan mempersiapkan barang-barang untuk acara esoknya.

Selama itu, baru saya sadar ternyata panitia market day sudah terbentuk sebelumnya dan sudah ada bagian-

bagian pekerjaan untuk masing-masing seksi..

Saya dan beberapa teman lain yang tidak masuk dalam kepanitiaan pun tidak ambil pusing soal itu.

Yang penting have fun go mad, ketawa ketiwi, makan mie buatan mBak Hesti dan pisang goreng Bu Sitti sambil bantu yang perlu dibantu.. Tidak terasa.. yah tengah malam..

Haha.. justru disinilah indahnya Uqisa (benar kata Ha’i),

kita bisa tenggelam dalam kebersamaan dan persahabatan tanpa perlu pusing soal kepanitiaan suatu acara.

Dengan kata lain, Uqisa itu memang tempat untuk orang-orang yang mau membantu bahkan kalau perlu tanpa

diminta tolong atau ditunjuk di kepanitiaan. . as simple as that..

Jadi, lain kali kalau mau bantu acara Uqisa jangan tunggu telpon dan email..

langsung dateng aja ke Sekre Uqisa.. dijamin, pekerjaan setumpuk! hehe

Maaf kepanjangan. .😉

-Tonny-

 

 

 

Ha…ha…ha. .. Pak Tony ini bisa saja. Saya tidak dihubungi oleh Melati tapi akhirnya nyampe juga di Upland 27 dan niup balon…:) Meskipun pengalaman saya dalam hal tiup-meniup tidak sehebat pak Tony, anggota tubuh saya yang itu saya prioritaskan untuk yang lain (maksudnya mengunyah makanan) he…he..he. …. Lalu kita pulang bareng di bawah temaram sinar rembulan menyusuri Upland dan Carmody (tapi tanpa pegangan tangan).

Yah, saya juga senang dengan kondisi ini, bisa ha…ha…hi. ..hi…, nikmati mie goreng dan pisang goreng, kalau agak capek coba juga leyeh-leyeh. … It’s great…kebersamaan . I like that! Embel-embel kepanitian tidak penting, komitmen lebih oke!

Tapi, bagaimana dengan orang yang tidak tahu yang juga ingin menikmati kebersamaan itu?? Atau orang yang malu karena tidak panitia… (seperti Tony rasakan sebelum diajak Melati yang saya kira berinisial A) Dalam hal ini ajakan menjadi penting. Dan karena bicara organisasi, yang paling tepat untuk mengajak adalah yang merepresentasikan organisasi itu. Kecuali ada konsensus (tertulis atau tidak tertulis) menggunakan mekanisme lain yang sudah disepakati.

Saya hanya ingin menekankan perlunya komunikasi. Pertanyaan-pertanya an saya hanya untuk menambah background pengetahuan saya tentang UQISA. Untuk organisasi ya, komunikasi antara pengurus dan membernya. Sederhana, anggota harus tahu, kalau sudah tahu mungkin merasa dekat. Kalau merasa dekat mudah-mudahan mau terlibat, kalau sudah terlibat siapa tahu ada yang merapat🙂

Ha…ha…ha. .. jadi kayak orang padang yang jualan di pinggir jalan nih…

Ayo…ayo…

Yang jauh mendekat, yang dekat merapat…

Tinggal pilih, ambil 3, 10.000 ribu…!!!

salam,

SH

NB : Kalau punya anak perempuan saya nggak akan kasih nama Melati atau Bunga atau Mawar. Takut disalahgunakan seperti oleh Tony di sini. Terlebih, nama-nama itu biasanya jadi nama samaran korban-korban pelecehan sexual…🙂

—————————————————————–

Terima kasih banyak mas Sapto atas penjelasannya yang sangat detil dan panjang dan lebar. Saya jadi semakin paham dengan duduk persoalannya. Tetapi ya itu tadi, untuk menghindari kecurigaan, anggapan kurang baik dsb… dari anggota yang lain, ya harus declare. Contoh kasus, dalam sebuah rumah misalkan ada 4 orang anggota Uqisa, yang satu di telpon yang tiga enggak, apa yang 3 itu tidak akan bertanya-tannya? Ini mohon dipertimbangkan.

Lalu, masalah keterbatasan dana dan akomodasi yang jadi alasan, ini justru yang saya sangat tidak setuju. Kesannya banyaknya yang hadir ditentukan oleh banyaknya makanan yang ada. Makanan jadi yang utama, bukan yang hadir. Dalam hemat saya makanan yang ada di share kepada yang hadir, berapa pun banyaknya, kebagian cuma sedikit ya terima saja. Atau kalau perlu nggak usah makanan berat/mewah/ mahal, cukup snack saja. Dengan demikian anggota jadi makin teruji, kalau datang ke acara UQISA itu bukan karena makanan.

Kebijakan (tidak) mengundang sebagian anggota, secara tidak langsung juga menyiratkan ada ketidaksetaraan anggota. Pasti akan timbul pertanyaan, kenapa dia diundang kenapa saya tidak? Atau sebaliknya kenapa saya diundang kenapa dia tidak? Dan meskipun dibilang welcome untuk datang kepada yang tidak diundang (tapi juga tidak dibilangin:) ), sudah pasti ada keraguan untuk datang, karena tidak diundang itu. Orang tidak diundang kok? Ada kesan penghargaan lebih kepada seseorang sementara yang lain tidak. Ini saya kira rule utama dalam organisasi terbuka. Kesetaraan. Akomodasi, nomor kesekian. Saya paham pengurus mungkin tidak bermaksud demikian, tapi penerimaan anggota, bisa jadi lain-lain kan? Ini yang harus dihindari.

Saya kira juga pemberi dana (kalau ada, bukan cuma Twinning) akan mafhum dengan kondisi ini. Akuntabilitas juga jangan terlalu dibikin sulit, kalau beli snack yang banyak nominalnya sama saja dengan makanan mahal tapi sedikit. Kita real, penggunaan dana real (dan benar), jadi nggak ada masalah dengan akuntabilitas. Justru kita bisa nunjukin, anggota kita banyak, kita bisa katakan sangat worthed kalau mau ngasih sponsor.

Pembatasan undangan yang terjadi adalah pembatasan kesempatan juga. Kasus Twinning sebagai contoh. Kalau saya jalan di kampus ketemu anak Twinning, saya nggak bakal tahu kalau dia anak Twinning, pun dengan dia, mungkin nyangkain saya orang Malaysia atau Brunei🙂 Ini justru mereduksi tujuan Welcoming party itu sendiri.

Mengenai undangan khusus, kalau labelnya masih anggota, saya kira nggak perlu ditambahin kata khusus. Khusus bisa diberikan kalau kita mau mengundang orang diluar UQISA, pejabat UQ, pejabat Indo yang lagi ke Brisbane, atau yang lainnya. Kecuali dalam sistem keanggotaan kita memang ada layer-layernya. Seperti anggota utama, anggota madya, etc-etc.

Mengenai kepanitiaan, saya sudah tulis di email sebelumnya. Intinya saya setuju dengan pendapat mas Sapto, itu lebih simple dan praktis. Tapi juga anggota perlu tahu, siapa tahu dengan selalu memberi tahu anggota, orang yang aktif akan terus makin banyak. Saya juga sebetulnya sudah mulai bertanya-tanya ketika diundang untuk terlibat di Newsletter dengan model yang seperti itu. Tapi saat itu saya masih menjajagi, saya masih mencoba memahami UQISA. Dan ternyata memang butuh waktu untuk paham.

Terakhir, saya mengungkapkan ini alasannya bukan semata-mata diundang atau tidak, toh, seperti yang disebutkan Mas Sapto saya diundang juga untuk bikin newsletter. Saya lebih melihat sistem yang lebih besar di UQISA. Saya hanya merasa takut, dengan kebijakan itu akan membawa dampak kurang baik bagi UQISA ke depan. Apa yang saya ungkapkan hanya sedikit bukti kepedulian saya kepada UQISA. Mudah-mudahan bisa memberi nilai tambah. Atau setidaknya jadi bahan pemikiran bersama untuk membuat UQISA menjadi lebih besar lagi.

Makan Ketupat di Tengah Sawah

Maaf kalau ada yang salah…

Satu tambah satu, sama dengan dua

Anak SD juga tahu itu mah…:)

Salam,

Sony Asgar

————————————————————————————————

Subject Re: [uqisa] Sistem Informasi Uqisa (Tanggapan untuk tanggapan mas Sapto)

Wah ternyata kasusnya karena sony kelupaan ditelpon nich he he he… ya udah nggak apa-apa nanti kita nggak akan kelupaaan kok jangan khawatir ya bossss…… ke depan kita akan coba untuk lebih mendetailkan dan mensinkronkan undangannya, ya namanya panitia tentunya banyak sekali kekurangannya, yang jelas karena konstrain waktu, tenaga dan konsentrasi.

Bayangkan saja kalau kita melakukan beberapa hal dalam waktu yang bersamaan kadang-kadang kita lewat satu hal yang kecil-kecil. Maafkan saja ya kalau ada yang terlewat. Mungkin karena mobil mogok kemarin kali yang membuat beberapa hal jadi lupa……. gimana nggak pusing lha belanja aja belum selesai tapi mobilnya nggak bisa diajak kerjasama, so akhirnya jadilah pakai mobil Pak Ikhsan. Mobil saya akhirnya saya bawa dulu ke dokternya… Komunikasi dan koordinasi mengenai trasportasi aja sangat menghasbiskan waktu. Padahal waktunya sangat mepet. So jadinyan nama sony menghilang entah kemana, padahal sebelumnya sudah ada di kepala lho…..

UQISA itu khan terdiri dari berbagai latar belakang dan golongan. Secara garis besarnya terdiri dari 2 golongan besar yaitu posgradutes dan undergraduates. Proses untuk mendekatkan UQISA ke anak-anak undergraduates ini memang perlu pendekatan yang special, tidak seperti anak-anak postgraduates apalagi anak ADS/APS yang kita langsung mengadakan acara welcoming. Anak-anak undergraduates punya hobby dan kesenangan yang rupanya agak lain daripada anak postgraduates. Dan ternyata acara-acara semisal seminar akademik yang topiknya sangat berbobot kurang banyak diminati undergraduates, so akhirnya kita berusaha untu mencara terobosan lain, misalnya dengan mengadakan barbeque dan seminar resensi film (yang nantinya dapat dilihat dari kacamata ilmu psikologi).

Dari pengalaman yang dulu-dulu, mahasiswa undergraduates jarang ada yang muncul di event-event UQISA karena acaranya ternyata kurang sesuai dengan minat mereka. Mereka juga jarang ikut kegiatan kalau yang datang sebagian besar mahasiswa postgraduates. Pas acara fareeewell lalu, nggak banyak anak-anak undergraduates yang datang mengapa ya??? kita khirnya mencoba mencari berbagai alternatif kegiatan.

Mengenai 4 orang tapi yang ditelpon juga 3 bukan maksud hati untuk menomorduakan anda sony…….. .. Kalau bicara mengenai kriteria, wah susah juga son, kriteria mengenai pantas tidaknya seseorang menerima undangan dari UQISA itu relatif ….. tapi gini ibarat “cinta” dimana yang dicintai itu selalu terngiang-ngiang di telinga dan terbayang-bayang di wajah……. itu karena engkau selalu ada di sisiku ketika aku butuhkan dan keakraban yang terjalin antar kita bo’ , Makanya kalau ada event-event UQISA selau nongol ya…… nggak usah diminta ……..datang aja langsung, kalau perlu kayak si Ha’i itu yang suka ngumpul-ngumpul dan guyonan seperti juga Tonny dan Ariston. Karena memang di sini ini kumpul-kumpul guyonan itu biasa aja, daripada jauh dari tanah air mendingan kita ketawa-ketiwi sana sini sama seperti kita berada di Indo,,,, gitu lho……. menghibur diri.

Son, makanan itu memang nggak terlalu penting yang penting adalah kebersamaan, keakraban saling tolong menolong aku seratus persen setuju denganmu. Makanan atawa konsumsi bisa juga menjadi daya tarik suatu kegiatan lho…… aku nggak tahu ya karena termotivasi hidangankah atau memang karena perlu pelayanan konsuler/imigrasi, ternyata hadirin yang datang pas acara “Pelayanan imigrasi dan konsuler” buanyaaak banget. Kalau semua kebagian semua yang datang puas sukur-sukur ada yang lebih untuk dibawa pulang wah….. saya merasa sangat gembira. Peserta senang, panitia juga senang, kepuasan peserta dan kegembiraan members adalah kepuasan pengurus juga iya nggak Son (Iyo ora Son?). Tapi kalau sampai ada yang kebagian makanan pas acara tertentu bisa runyam lho…. (aku nggak bisa bilang gini “yeee salah sendiri datang terlambat”).

Sony, perkara akuntabilitas, jauh jauh hari Ibu si pemberi dana sudah wanti-wanti kalau dananya ini mohon untuk digunakan buat keperluan mereka (anak-anak mahasiswa twinning). Kekurangannnya nanti kita coba ambilkan dari dana reimbusement International education directorate. Mudah-mudahan berhasil, perlu engkau ketahui bahwa di setiap event itu pengurus harus keluar uang dulu lho….. mudah mudahan nanti reimburse-nya lancar….

Acara tempo hari (istilahnya mba Dewi kapan hari ) itu adalah jalan pertama, istilahnya pembuka jalan. Nantinya pasti kita akan banyak ketemu dengan mereka kok, keakraban mudah-mudaahan bisa terjalin lagi pada event-event berikutnya, yang paling dekat ini adalah seminar resensi film, berikutnya di acara piknik, so Son, kamu harus ikut ya….

Panitia nggak panitia, tidak jadi masalah bung, yang penting keakrabannya. ….ya khan……

Terakhir bagus juga lho Soninput darimu. Mungkin diskusi-diskusi seperti ini bisa disarikan menjadi artikel atau bahkan menjadi buku kali ya…..

Sekian dulu ya, mari jadikan UQISA lahan untuk belajar dan berbakti.

Salam UQISA,

Saptono Wignyokarsono

———————————————————————————————————-

Hmmm… asyik nih, jadi bergulir dan bagus untuk menemukan benang

merah untuk perbaikan di kemudian hari. Sesuai dengan harapan kita

semua bahwa UQISA adalah tempat belajar. Bebas berpendapat yang

bertanggung jawab, syukur-syukur akhirnya bisa dapat hikmah. Terima

kasih atas penjelasan-penjelas an dari Mas Sapto dan Bu Sitti, juga

rekan-rekan yang lain. Pengetahuan saya jadi bertambah tentang

ribetnya mengatur sebuah organisasi. Terlebih mengatur organisasi di

negeri orang dan yang diatur orang-orang pinter pula, walah….

kebayang repotnya yang namanya panitia dan pengurus. Selayaknya saya

ucapkan salut (nggak pake muhidin, maaf Pak Salut:)) kepada rekan-

rekan semua.

Terimakasih juga kalau dari email-email saya ada point yang bisa

diambil. Memang itu harapan saya. Setidaknya saya sudah menyumbang

UQISA lewat kritik. Mudah-mudahan berguna.

Sedikit saja Mas Sapto, saya nggak perlu ditelpon (nanti bisa

beneran geer dan nyangka mas Sapto beneran cinta sama saya :)),

kalau saya ditelpon semua anggota yang lain juga jadi perlu

ditelpon🙂. Cukup lewat mailing list saja…itu lebih baik rasanya,

hemat dan efektif.

Terakhir. Keep Discuss and Ask questions. Saya mau coba-coba jadi

filsuf. Saya hidup karena saya bertanya…. halahh… apaan nih ?

Salam,

Sony Asgar

——————————————————————————-

Dear temans,….

AlhamduliLLAH, lalu lintas polemik melalui milis ini akhirnya berakhir juga…!!! mulai dari mutung-nya seorang teman (sampai2 harus memutuskan silaturahim dari milis tercinta ini)…gugatan ringan tentang “eksistensi” karena “hanya” miskomunikasi. …wuiihhh, jujur aja….sy lumayan “tegang” juga nyimak kata per kata-nya…padahal “ketegangan- ketegangan” karena kebelumhadiran istri dan anak2 saya saja belum juga reda nih…

kalo boleh usul,…gimana kalo posting melalui milis ini membawa suasana yang indah2, cantik2, dan bening2…seperti postingannya para potogreper kita, mas adi dan mas rudi (kok belakangnya “di” semua ya? kembar ya?)…jadi “matching” antara pemandangan di kampus dan pemandangan di monitor…gitzu looh!!

gitu dulu deh….oh iya, pesen utk temen2 queenslanders_ Jan 2007…yuk, kita dukung penuh deh aktivitas UQISA ini…kalo baik mari sama2 pertahankan dan dukung, kalo keliru mari sama2 kita sempurnakan. ..yang penting semuanya dilakukan karena asas kebersamaan dan kekeluargaan. ..SETUJU? kalo sy sih….TUJU- TUJU deh….

Israwan