Besok tanggal 13 Oktober 2007, kaum muslimin di Brisbane menyelenggarakan Sholat Idul Fitri. Buatku, ini adalah kedua kalinya aku Sholat Ied di Brisbane. Setahun lalu aku ikut sholat Ied di lapangan bola sebelah UQ union complex, tahun ini Sholat Ied yang akan dikoordinasikan oleh MSA-UQ (Muslim Students Association UQ) akan dilaksanakan di Guyyat Park, tetapi jika cauca hujan maka akan dilaksanakan di Ruang Holt (Union Complex).

Tahun lalu, penyelenggaraan Sholat Ied, sangat sukses, Muslimin dan Muslimah dari berbagai negara datang. Walaupun ada masalah sound system namun pelaksanaan sholat ied terbilang sukses. Sehabis Sholat MSA menyediakan makanan berupa nasi lemak campur ayam, dan juga ada kue manis khas timur tengah. Walaupun jauh di negeri orang, suasana setelah lebaran sangat nikmat dan akrab.

Apa kesan melewatkan Iedul fitri di Brisbane. Pertama rasa kangen dan jauh dari keluarga membuat suasana Idul fitri di sini serasa hambar. Apalagi saat-saat ini sedang banyak assignment dan kuis, konsentrasi menjadi terpecah belah. Di sini juga mayoritas penduduknya non muslim maka kita tidak bisa menjumpai suasana yang khas dari lebaran.

Walaupun demikian kiranya masih pantaslah kita untuk mengucap rasa syukur masih diberikan kesempatan umur panjang, sehingga bisa bertemu hari bahagia yaitu 1 Syawal. Mudah-mudahan ini menjadi bahan renungan dan kontemplasi untuk meningkatkan amal dan ibadah di masa-masa mendatang.

Melewatkan hari raya di Brisbane, artinya melakukan kunjungan ke beberapa rumah rekan-rekan yang open house. Selain bersilaturahmi, juga bisa mencicipi beberapa makanan khas hari raya. Tercatat ada beberapa teman yang sudah mengundang, so daripada bengong sehabis sholat ied, saatnyalah untuk bertandang dan menjalin silaturahmi ke kawan-kawan seperjuangan di Brisbane.

Untuk keluarga di tanah air, ucapan selamat hari raya dan maaf lahir bathin terurai dari segenggam HP yang bisa menjangkau jarak ribuan kilometer. Kepada siapa saja kita merasa salah, di saat inilah kita dudukkan dan akui semuanya lalu mintakan maaf. Karena dalam kehidupan sehari-hari jangankan perbuatan yang langsung, rasa syak-wasangka dan juga berghibah pun telah dihitung dosa. Dan Allah tidak akan memafkan jika kita tidak secara langsung minta maaf ke orang yang bersangkutan. Mudah-mudahan rasa damai selalu menyelimuti perjalanan kita dan bisaa bertemu dengan hari raya lebaran tahun depan… amieen.