Sudah menjadi rahasia umum bahwa mayoritas para spouse dan juga students dari Indonesia (kususnya yang dapat scholarship) berperan ganda sebagai cleaner. Bagi para spouse (suami atau istri students) bekerja sebagai night cleaner tidak menjadi masalah karena mereka tidak harus belajar atau membuat assighment. Namun untuk students yang sehari-harinya bergulat dengan acara kuliah dan mengerjakan tugas-tugas yang lain, maka menjalani profesi night cleaner menjadi sesuatu yang sangat fenomenal dan berat.

Mari coba lebih dekat melihat students yang bekerja sebagi night cleaner. Dari segi jam kerja, sangat tidak mendukung untuk belajar. bayangkan kalau kita mulai bekerja jam 10;30 malam sampai 02:30 dini hari. Waktu itu adalah waktu dimana kita harus mengistirahatkan diri (tidur). Secara biologis ritme biologis tubuh mengharuskan kita untuk beristirahat pada jam-jam seperti itu. Namun, bagi yang tahan banting tentu saja hal ini tidak menjadi masalah jika pada waktu pagi atau menjelang siang dapat tidur dengan nyenyak. jam kuliah terpaksa harus mengambil waktu di sore hari.

Dengan model kegiatan fisik seperti itu, maka antisipasi yang banyak dilakukan oleh para night cleaner adalah dengan tidur selepas isya untuk mempersipkan diri bergulat dengan vacum cleaner dan sapu. Selepas bekerja, bagi yang muslim tentunya harus menyediakan waktu sampai tibanya sholat shubuh. Jika tidak tahan kantuk maka bisa-bisa sholat shubuh berubah menjadi sholat Dhuha, karen bangunnya kesiangan. Beberapa night cleaner bahkan harus tidur sampai menjelang dzuhur untuk menggantikan waktu tidur yang dipakai untuk bekerja.

Hal lain yang membuat pekerjaan ini sangat tidak compatible dengan kegiatan studi, jikala sedang persiapan menghadapi ujian atau mengerjakan assignment. Waktu yang diperlukan untuk hal ini sangat banyak dan apabila dikombinasikan dengan waktu bekerja di malam hari maka akan sangat menganggu konsentrasi. Bahkan karena ini, saya mencermati, beberapa students yang bekerja malam hari tubuhnya menjadi kurus, pandangan matanya pun sayu karena mengantuk. Ada bahkan yang hanya kuat bertahan satu bulan, ada pula yang kuat bekerja hanya beberapa hari.

Mereka umumnya bekerja di lingkungan kampus. Ada tiga kontraktor maintenance building yang saya tahu yaitu tempo, Bayton dan TBM. Masing-masing memiliki ciri khas dan rate per jamnya pun berbeda, Sebenarnya apa yang menarik dari pekerjaan ini? Jawabannya hanya satu, yaitu dollar. Dengan bayaran per jam sekitar 17 dollar, maka dengan bekerja 20 jam seminggu penghasilan students cleaner sekitar 290 dollar setelah pajak. Untuk para spouse penghasilan mereka (jam kerja unlimited atau sekitar 40 jam per minggu) kurang lebih dua kali lipat sekitar 580 dollar per minggu. Cukup lumayan bukan?? kalau kurs 1 dollar sama dengan 7800 rupiah maka para spouse dapat mengantongi 4.5 juta per minggu, suatu jumlah yang sebanding dengan meninggalkan pekerjaan di Indonesia selama minimal 1 setengah tahun. Sekali lagi kalau untuk spouse tak menjadi soal tetapi bagi para students… wah pikir – pikir lagi dech kalau mau bekerja sebagai night cleaner…..