upland.JPGupland_house.JPG

Bercerita mengenai rumah yang aku tempati sekarang, tidak terlepas dari kegiatan ekstra yang aku lakukan yaitu ngurusin UQISA pda periode 2006 – 2007.

Aku mulai tinggal di rumah ini sejak tanggal 1 Agustus 06. Kamarku no.4, dan aku tidak pernah lagi pindah-pindah setelah itu.

Upland, nick name rumah ini, memiliki 4 kamar. Dua kamar yang beurkuran besar dan dua berukuran lebih kecil. Yang pasti kamar yang ukurannya lebih kecil pun masih lebih besar daripada kamar yang aku tempati dulu sewaktu di Carmodi.

Letaknya berhadapan dengan UNION COLLEGE alias asrama mahasiswa. Alhasil setiap akhir pekan akan selalu melihat berderet-deret bus (Biasanya SISILLS – Bus paling murah di Brisbane) yang siap menghantarkan para mahasiswa yang siap party. Sudah menjadi kebiasaan mereka setiap akhir pekan mengadakan party di luar kota.

Bentuk upland sama deperti rumah-rumah di Brisbane pada umumnya. Dinding terbuat dari kayu, dan keadaannya secara umum tidak senyaman kalau tinggal di unit. kalau summer lebih panas dan kalau winter lebih dingin. Aku nggak tahu berapa umur rumah ini, tetapi kondisinya sudah terbilang tua banget. Dinding, karpet, jendela, roof, interior maupun eksteriornya sudah mulai kusam. Mungkin memang sesuai ya… dengan harganya yang murah.

Properti ini milik UQ, so kita harus “transfer” setiap dua minggu sekali ke rekaning UQ. telat-telat dikit nggak apa-apa yang penting nggak “kebangetan” telatnya.

Walaupun sudah “sepuh” namun rumah ini masih bagus fasilitasnya. Peralatan di kamar mandi, dan dapur masih bagus. Peralatan seperti mesin cuci, kompor, kulkas, microwave, pemanas air masih berfungsi dengan baik. Jadi walaupun tua namun masih oke…..

Upland juga punya halaman depan dan backyard yang ditumbuhi rumput. Halaman yang hijau ini membuat suasana di Upland bikin oke. Dibanding tinggal di unit, kalau dari segi luasnya halaman tenru saja Upland menjadi pilihan yang lebih baik. Rumput-rumput itu setiap dua minggu digilas dan dicukur oleh petugas dari UQ.

Di sebelah rumah ada lahan parkir yang lumayan lebar. Tempat ini bisa muat 3 sampai 4 mobil sekaligus. Oleh karenanya banyak teman-teman yang memanfaatkan fasilitas parkir gratis ini. Bahkan sudah ada lho yang jadi langganan permanen.

Ada dua gudang di belakang. Yang satu ukurannya besar tetapi terbuka (penutupnya pakai sliding door) menjadi tempat tinggal possum (hewan noctural seukuran kucing) sekaligus “kantor” ku untuk melipat “junkmail”. Gudang belakang tempat barang-barang UQISA disimpan. Gudang bagian belakang ini ukurannya lebih kecil dan punya pintu yang bisa dikunci. Katanya ada yang pernah tinggal di situ.

my-room2.JPGmy-room.JPG

27 upland house sejarahnya cukup panjang dan sudah bertahun-tahun menjadi “markas” tidak resmi UQISA. Di sinilah dulu pertama kali aku disambut sama pengurus UQISA yang lama. Di tempat ini pula latihan angklung dan rapat-rapat UQISA dan juga rapat pesta rakyat 2006 diadakan.

Walaupun keberadaannya sebagai markas memang juga pasang surut, bergantung pada pribadi penghuninya. Namun bisa dibilang kalau pas pengurus UQISA tinggal di situ maka kegiatan UQISA akan banyak dilakukan di situ.

Dengan menjadi “markas” menjadikan Upland agak sedikit “pabalatak”. kadang-kadang sisa dari kegiatan sebelumnya belum beres, sudah disusul oleh kegiatan yang lain lagi.

Benefit yang didapat dari tinggal di tempat ini sangat banyak. Faktor pertama adalah harga dan kedua jarak dengan kampus. Di Brisbane yang harga rental properti naiknya menggila, untuk dapat room dengan harga yang murah memang susah. So Upland 27 ibarat oase di padang pasir. Selain itu, dengan tinggal di situ aku nggak akan pernah mikirin naik bus atau naik kendaraan lain karena tinggal berapa jengkal sudah sampai ke kampus.

Untuk menjadi warga upland yang dibutuhkan hanyalah sabar untuk mengantri dan memesan kamar ke punghuni sekarang jauh-jauh hari sebelumnya. Dan yang pasti harus ada perikatan pertemanan dan keakraban dengan penghuni lama agar bisa mulus dan lancar meluncur ke Upland. kata kunci untuk tinggal di Upladn adalah “waiting list”.