thongs.jpg

Apa kesan anda jika melihat mahasiswa memasuki ruang kuliah dengan memakai celana pendek , kaos oblong dan sandal jepit atau biasa disebut thong. Pasti anda akan mencibir… “iih dasar mahasiswa tak tahu diri.” Tetapi di Brisbane khusunya di UQ, pemandangan itu akan kita jumpai sehari-hari, apalagi di musim menjelang  summer ini.

Pola berpakaian orang-orang disesuikan dengan musim. Kalau sedang winter, orang-orang menutup rapat tubuhnya, tetapi jika summer mulai menjelang maka mereka ramai-ramai berganti busana menjadi serba pendek, mini dan longgar.

Dalam memandang cara orang berpakain, Orang Ozz akan bilang who cares, suatu sikap yang bukan berarti tidak peduli pada cara berpakaian orang lain tetapi melihat dari sisi bahwa cara berpakaian adalah hak pribadi dari masing-masing indifidu. Apalagi untuk mahasiswa yang sudah dianggap dewasa, mereka tentu tahu yang terbaik untuk diri mereka. Lagian juga peraturan di universitas tidak membatasi mereka untuk berpakaian seperti itu. Bukan hanya mahasiswa, dosennya saja ada yang memberikan kuliah dengan memakai kaos dan celana pendek.

Saya bukan berkehendak untuk mengajak seperti mereka atau ingin mengomentari semakin menjamurnya mahasiswa perempuan yang semakin “terbuka” dengan singlet yang dadanya terbuka dan  rok mini dan celana pendek di musim menjelang summer ini, tetapi melihat dan berfikir lebih jauh dari sekedar cara berpakaian seperti itu.

Saya lihat dalam konteks sikap dan berperilaku. Dengan berpakaian seperti itu, tidak menjadikan mereka tidak tahu aturan. tanda-tanda di dinding lecture theater (ruang kuliah) yang bilang no food, drink, smoke dsb mereka patuhi dengan baik. Memakai pendek tidak membuat mereka tidak kritis di ruang kuliah. Berpakaian seperti itu juga tidak membuat mereka tidak ada persiapan dalam mengikuti kuliah dan tidak menghargai dosen. So mengambil cara mereka berperilaku, mengambil segi positifnya maka seharusnya kita bisa mengikuti mereka tanpa harus bercelana pendek.

boys-short-pants_485.jpg

SW