global-warming.jpg

Bicara mengenai pemanasan Gombal e…. Global, Saya menjadi teringat dengan artikel sebelumnya mengenai debat Howard vs. Rudd. Salah satu point program Rudd adalah meratifikasi Protocol Kyoto untuk menyelamatkan planet kita ini dari kehancuran. Kali ini saya kutip beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk berperan dalam menyelamatkan lingkungan. Tulisan di bawah ini adalah terjemahan dari majalah time mengenai “The Global Warming Survival Guide” yang ditulis oleh banyak orang.

1. Mengubah makanan menjadi bahan bakar

Oleh: Alice Park

Apakah bongkol jagung lebih baik dalam memproduksi energi? Ethanol adalah bahan alternatif yang dapat menghentikan Amerika dari kebiasaan menggunakan minyak dan mencegah berton-ton emisi karbon. Departemen Energi Amerika telah melipatgandakan komitmennya untuk mendanai riset biodisel – salah satu sumber bahan bakar non minyak bumi (petrolium) termasuk jagung, kacang kedelai, limbah perkotaan dan minyak goreng bekas. Saat ini telah ada hampir 11 milyar Bushel (1 bushel = 27.216kg) jagung setiap tahun yang dirubah menjadi ethanol, dan bahkan sebagian besar mobil baru mampu berlari dengan bahan bakar E10 (10% ethanol and 90% gas).

Walaupun demikian baru-baru ini bahan bakar yang ramah lingkungan masih belum terlihat akrab di telinga. Beberapa dari 114 pabrik ethanol di U.S menggunakan gas dan bahkan batu bara untuk menjalankan pabrik. Ethanol harus diangkut dengan truk. Pipa gas yang ada tidak bisa dilaluinya karena ethanol bersifat korosif terhadap besi. Selanjutnya adalah hitung-hitungan ekonomis dimana produsen bergantung pada subsidi federal, dan bertambahnya permintaan terhadap jagung sebagai alat untuk membuat bahan bakar mendongkrak harga komoditas ini.

Itulah mengapa para peneliti melihat ke prospek lain, mereka tidak mau tergantung pada bahan makanan atau 51% pengurangan pajak per gallon. Sampah perkotaan, kayu, dan biji-biji sisa dan bongkol jagung sangat menarik; bahan-bahan tersebut dapat memproduksi sesuatu yang disebut cellulosic ethano, yang mengandung lebih banyak energi daripada jagung. Teteapi proses ini lebih mahal daripada mengubah jagung menjadi ethanol. Beberapa peneliti di beberapa pabrik cellulosic-ethanol sedang mengembangkan ramuan enzim dan metode pemanasan baru guna membuat prosesnya menjadi lebih ekonomis. Tidak ada sesuatu seperti sampah untuk membuat sesuatu keluar dari sampah.

 

2. Dapatkan Cetak Biru untuk Rumah Kaca

By Laura Locke

Mengurangi dampak dari kegiatan anda terhadap bumi tidak hanya sebuah pertanyaan apa yang anda kemudikan tetapi juga bagaimana anda hidup. Energi yang dipakai sektor rumah tangga berkontribusi sebesar 16% emisi gas rumah kaca. Jika anda mulai berfikir hijau pada tahap cetak biru (Bluprint), teknologi tingkat rendah akan memaksimalkan efisiensi rumah. “Melakukan sesuatu yang sederhana dapat secara drastis mengurangi biaya energi sebesar 40%, kata Oru Bose, arsitek desain-sustainable di Santa Fe, N.M.

Sebagai contoh proteksi jendela dari sinar matahari dengan pelindung yang luas dan panel kaca double. Penekanannya adalah pada ventilasi udara yang natural. “Anda tidak perlu teknologi abad 24 untuk memecahkan masalah abad 18.” Kata Bose. Selanjutnya mempertimbangkan sumber energi yang dapat diperbarui seperti sistem listrik energi matahari, turbin angin dan pompa panas geotermal akan membantu anda memompa energi ke rumah anda.

 

3. Gantilah Bola lampu anda

By Maryanne Murray Buechner

Topik yang paling hangat dalam penghematsn energi rumah tangga adalah compact fluorescent lightbulb (CFL). CFL harganya tiga sampai lima kali lipat lampu biasa tetapi hanya memakai seperempat energi dan bertahan beberapa tahun lebih lama. CFL tersedia di mana-mana General Elestric menyebutnya dengan Energy Savers. CFL 7- watt setara dengan bola lampu 40-watt, lampu 26 –estt CFL ekivalen dengan 100 watt.

Lampu jenis ini sudah alam adasejak pertam kali diperkenalkan pada tahun 1990-an. Karena lampu ini masih mengandung 5 mG mercuri maka seharusnya lebih hati-hati untuk membuangnya.

Lampu LED bisa memecahkan masalah ini karena tidak mengandung merkuri. Mungkin lampu ini juga bisa sebagai alternatif untuk menggantikan bola lampu biasa yang boros energi.

Bersambung……………….

http://www.sagis.org.za/Flatpages/CONVERSIONTABLE.asp

http://www.time.com/time/specials/2007/environment/article/0,28804,1602354_1603074_1603095,00.html