earth.jpg

Bumi masa kini

mars.jpg

Bekas Bumi

Oleh: Lewis Smith, Environment Reporter

Pernahkah anda membayangkan dunia yang hanya diisi oleh manusia saja. Hewan-hewan banyak yang punah (kecuali hewan parasit), demikian juga tumbuh-tumbuhan. Sungguh suatu keadaan yang sangat mengerikan apabila hutan hujan berubah menjadi gurun, sungai mengering dan sumber-sumber kehidupan semakin menyusut. Manusia sebagai satu-satunya penguasa di bumi tumbuh seperti semut yang menghabiskan semua sumber daya sekarang dan masa depan. Yang tinggal mungkin hanyalah bekas planet yang diberi nama “Earth”dulunya biru yang sekarang berubah warna menjadi merah.

Sekedar ilustrasi…….dari Wignyokarsono4.

Timesonline hari ini 26 Oktober bilang: Kecepatan manusia dalam menghabiskan sumber daya bumi sepanjang 20 tahun terkhir membuat kelangsungan hidup ummat manusia berada dalam resiko tinggi. Ini adalah kesimpulan dari studi yang melibatkan 1400 ilmuwan.

Audit lingkungan untuk UN, menemukan bahwa setiap manusia di bumi membutuhkan tiga kali luas tanah daripada yang bumi dapat disediakan bumi untuk mensuplai kebutuhannya.

Keputusan yang suram mengenai lingkungan telah diterbitkan sebagai “urgent call for action”oleh United Nations Environment Programme (UNEP) yang mengatakan bahwa titik dimana kita nggak bisa kembali semakin mendekat.

Hasil temuan dari Audit Bumi:

Populasi dunia tumbuh 34% menjadi 6.7 Milyar dalam 20 tahun

Pendapatan tahunan per kepala telah tumbuh 40% menjadi US$8,162

73,000km2 area hutan menghilang dari permukaan bumi setiap tahun – 3.5 kali luas Wales

75,000 manusia terbunuh oleh bencana alam setiap tahun

Tiga juta manusia mati karena penyakit yang berhubungan dengan air yang kotor

Sepuluh juta anak dibawah usia 10 tahun mati

Para petani memproduksi 39% lebih banyak daripada era 1980-an

60% sungai utama di sunia telah dibendung dan alirannya dialihkan.

Populasi ikan air tawar menurun sebesaar 50% dalam 20 tahun terakhir

Lebih dari setengah dari semua kota di dunia melampaui batas polusi yang ditetapkan WHO.

Source: Global Environment Output 2007