Menjelang  musim summer ini, udara siang dan malam sama panasnya. Kalau siang suhu bisa mencapai 29 – 30 derajad celcius, di malam hari suhu sekitar 24 – 26 derajad. Keadaan ini kayaknya sudah hampir sama dengan Jakarta. Kemiripan yang lain adalah, nyamuk-nyamuk mulai bermunculan setelah tidur selama musim dingin yang lalu. Keringat mulai mengalir dari pori-pori tubuh untuk mendinginkan tubuh yang mulai kepanasan.

Menjelang musim summer ini, kamarku mulai terasa sangat panas, maklum jendelanya menghadap ke barat, sinar matahari menjelang sore langsung menerpa jendela dan masuk ke dalam kamar. Selimut dan jaket yang tiada bisa lepas dari kebiasanku lalu aku singkirkan. Kayaknya aku nggak membutuhkannya lagi.

Menjelang musim summer ini, penggunaan air mungkin jadi lebih boros. Biasanya mandi cukup sekali sehari, kini harus dua kali sehari. Biasanya aku mandi pake air hangat, sekarang full pake air dingin. Heater yang dulu pas musim dingin senantiasa menghangatkanku sekarang aku masukkan ke dalam lemari.

Beginilah sekarang, menjelang selesainya studi, panas mulai menyengat. Yaah minimal aklimitasi dengan suhu Jakarta, membiasakan diri dan belajar beradaptasi tiada salahnya.