california_fires_01.jpg

 

california_fires_01a.jpg

 

 

Bayangkan daerah pantai California dengan pantai berpasir putih yang luas. Siapa pun juga pasti tahu daerah Malibu, daerah pusat pariwisata di California dengan pantai yang indah. Kejuaraan surfing sering diadakan di daerah ini dan yang pasti film seria televisi baywatch juga mengambil setting di sini. sampai akhirnya peristiwa mengerikan itu terjadi…….

Surga itu telah menjadi neraka bagi para penghuninya. Rumah-rumah mansion, taman-taman yang indah, mobil mewah dan semua yang ada di dalamnya telah dilalab si jago merah. Entah siapa yang memulainya, tetapi tiba-tiba saja api dengan tanpa diundang mengamuk meluluh lantakkan semua yang dilewatinya. Apalagi dengan terjangan angin yang kecepatannya lebih dari 160 km per jam membuat tim pemadam kebakaran manapun tidak akan bisa mengatasinya.

california_fires_02.jpg

Mereka para penghuni surga itu menangis tragis kehilangan harta bendanya satu demi satu, sementara itu petugas pemadam kebakaran tidak bisa berbuat apa-apa, hanya sedikit yang bisa mereka selamatkan.

Dimanakah bencana itu terjadi? Tak lain di California Selatan di daerah dekat kota San Diego perbatasan dengan Meksiko. Namun rupanya bencana itu telah merambat melalui pegunungan sampai ke utara menuju Los Angeles. Ini adalah bencana alam terdahsyat di Amerika setelah amukan topan Katrina di New Orleans tahun 2005 lalu.

 

Kebakaran yang mulai muncul tanggal 21 Oktober lalu ini disebut sebagai yang paling hebat dalam sepuluh tahun terakhir meluluh lantakkan area seluas 300,000 acres. Sampai hari ini tanggal 27 Oktober 2007, kebakaran itu telah mengambil 14 nyawa, membuat ribuan rumah menjadi debu dan membuat ratusan ribu orang mengungsi. Hembusan angin gurun dari santa Ana membuat api dapat berkobar setinggi 100 feet di beberapa tempat.

Siapapun yang berniat untuk menjaga hartanya dari amukan api diperintahkan untuk mengungsi. Sekitar 10,000 pengungsi menempati Qualcomm Stadium, markas klub NFL Chargers.

Siapa yang harus disalahkan dalam kejadian ini, apakah Al Qaida jelas tidak. Yang mungkin disalahkan adalah manusia yang sengaja tinggal di jalur yang memang sudah biasa dilalui api. Dipicu atau tidak dipicu, gesekan bebatuan dengan dahan kering ataupun puntung rokok yang tidak sengaja terbuang dalam keadaan meyala dapat menjadi penyebab kebakaran. Secara alami kebakaran telah menjadi siklus untuk mengganti vegetasai yang kering dan menggantinya dengan tanaman yang baru. Tetapi jika kebakaran ini melalui jalur dimana manusia ada di dalamnya maka yang terjadi adalah bencana alam.

California Selatan telah menjadi daerah yang sangat berbahaya untuk tempat tinggal meskipun daerah ini sangat atraktif. Migrasi manusia ke daerah pantai barat ke daerah pegunungan yang dekat dengan lautan, membaut semakin banyak rumah dibangun, membaut batas antara pinggiran pemukiman dengan daerah liar yang tak terjamah menjadi menyempit.

Lebih dari 8.6 juta rumah telah dibangun dalam area 50 km di hitan nasional sejak 1982, dimana populasi manusia meningkat 3 kali lipar sejak 1950. Lebih dari 50% rumah dibangaun di zona api. Keadaan itu tentu saja sangat beresiko. Jikaa semakin banyak orang untuk memilih daerah yang terancam kebakaran, semakin banyak pula manusia yang ada dalam bahaya jika api datang. Pemilik rumah juga tidak memprioritsakan keselamatan dengan tidak menyediakan alat pemadam yang memadai. Rumah-rumah yang berada di area pepohonan juga sangat mungkin memicu api dengan mudah, apalagi dengan kondisi udara yang kering dan suhu yang panas. Jon Keeley ahli ekologi dari U.S. Geographical Survey (USGS) mengatakan bahwa rumah yang terisolasi oleh vegetasi alami merupakaan ancaman yang paling besaar/

Diluar dari kesengajaan menyediakan bahan bakar bagi api, barbeque yang ditinggalkan dengan sembrono, dan bekas api unggun yang ditinggalkan dapat memicu kebakaran.

Apakah kita juga bisa menyalahkan perubahan iklim? Seperti yang disitir banyak pihak bahwa badai katrina dipicu oleh perubahan iklim. Adakah korelasi antara kebakaran ini dengan perubahan iklim? Banyak ahli lingkungan telah dengan hati-hati tidak begitu saja menyalahkan keadaan lingkungan yang mengalami kekeringan dan arus gelombang panas pada satu musim akibat perubahan iklim. Mayoritas model iklim menunjuk pada kondisi ekstrem di bagian barat daya yang memang sebelumnya telah kering pada saat bumi mulai menghangat.

Satu studi yang dilakukan oleh para peneliti di Scripps Institution of Oceanography di La Jolla, Calif., yang dipublikasikan di Science tahun lalu menemukan bahwa suhu di daerah barat Amerika telah meningkat 1 derajad celcius dibanding tahun 1987. Musim kebakaran hutan juga meluas dari segi luasnya daerah dan durasi terjadinya.

Dan yang paling parah lagi akibat banyaknya tumbuhan semak belukar pada musim dingin 2004-2005 yang tidak dibersihkan membaut api dapat merambat begitu cepat di musim kering. Keadaan ini ibarat meninggalkan koran bekas di dapur. Fakta yang ada juga mengatakan bahwa thun lalu adalah kekeringan yang paling hebat di Los Angeles yang tercatat dalam sejarah.

Source:

Pictures  from Time magazine website.

http://ca.today.reuters.com/

http://www.msnbc.msn.com/id/21405632/

http://www.time.com/

http://www.cnn.com/2003/US/West/10/27/california.wildfire/

 

california_fires_04.jpg

california_fires_04a.jpg