This writing is mainly taken from “Fundamentals of Business Law” by M.L. Barron revised edition 1995. Although not new, but this book is easy to read. Compared to Gibson’s book it is relatively easy to understand. The writer seem able to avoid stigma that understanding law is very difficult for the beginners. The way the writer presents the topics chapter by chapter makes us feel the essence of the law without letting the comprehension go away.

Kata-kata terakhir dalam artikel sebelumnya yang ditulis Bejo tentang hukum OZZ adalah mengenai hukum private dan hukum publik. Private law mengatur hubungan antar personal dalam masyarakat. Keberadaan jenis hukum ini memungkinkan individu untuk mengambil langkah hukum terhadap satu sama lain. Jenis Hukum yang masuk kategori ini adalah hukum kontrak, hukum property, dan the law of tort. Sedangkan hukum publik berkaitan dengan mekanisme society control dan menjaga kemerdekaan pribadi, contohnya hukum pidana (hukum kriminal), hukum perpajakan, hukum administrasi dsb……

Civil LawVS. Criminal law  (Perdata vs Pidana)

Mungkin kita gampang aja berkomentar terhadap perbuatan orang lain begini: “iiih perbuatan kriminil amat“. Komentar ini wajar wajar saja, akrena bagi orang awam, semua perbuatan jelek disebut kriminal. Secara lugas menurut pemahaman umum perbuatan kriminil mencakup; pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, penyikasaan, penipuan dll…… Namun setelah belajar hukum tentu saja kita harus bisa membedakannya dengan kategori pelanggaran civil.

Trus apa beda antara civil dengan criminal? ini bukan seperti di tanah air yang membedakan antara sipil dan militer lho…

Pelanggaran yang bersifat civil pada hakekatnya pelanggaran terhadap pribadi, namun ketika disebut pelanggaran kriminal maka pelanggaran tersebut pada hakekatnya menodai society….. sehingga untuk kategori ini maka aparat hukumlah yang akan mengurusnya. Dalam kasus civil /perdata maka secara pribadi kita bisa menuntut secara hukum di pengadilan ke seseorang karena mencederai diri kita secara materiil maupun immateriil.

Tujuannya juga berbeda, kalau civil untuk memberikan kompensasi yang pantas terhadap pelanggaran hukum, tetapi untuk kriminal, tujuannya untuk memberi hukuman (punishment) pelanggarnya karena pada hakekatnya ia telah melakukan kejahatan terhadap society.

Tuntutan civil (perdata) standar pembuktian ada di tangan orang yang punya perkara pada tingkat yang disebut (balance of probabilities), sedangkan untuk kasus pidana harus berada pada tingkat yang tidak meragukan (Beyond a reasonable doubt).

Sumber Hukum

Di Australia, Hukum dibuat oleh dua pihak yaitu parlemen (Statute law) dan  pengadilan yang disebut (Case law).

Sementara ini  beberapa jenis statutes antara lain adalah:

1. Penal statutes: mengenakan hukuman untuk perbuatan tertentu atau menghilangkan sesuatu

2. Declaratory Statutes. Sifatnya berupa mendeklarasikan/ mengumumkan peraturan untuk suatu jenis hal (misalnya hukum kebangkrutan)

3. Amending S., Hukum baru yang menambah atau memberikan tambahan terhadap hukum yang telah ada sebelumnya.

4. Consolidating Statutes. , menggabungkan beberapa hukum menjadi satu hukum

5. Codifying Statutes. menggantikan hukum lam dengan yang baru.

Untuk hukum yang dibuat oleh pengadilan karena adanya keputusan hakim terhadap suatu kasus tertentu, kasus baru yang identik dan mirip dengan kasus yang ada dapat diputuskan berdasarkan keputusan hakim sebelumnya. Namun juga harus mengingat jurisdiksi dan hieraakhi dari masing-masing pemngadilan. Nah istilah latin yang bilang kalo mutusin perkara berdasarkan case sebulumnya karena keputusan sebelumnya itu bersifat autoritatif disebut ratio decidendi. Namun kalau kasus sebelumnya hanya dijadikan konsideran untuk memutuskan kasus maka disebut obiter dicta yang artinya By the way.

Sekian dulu ya….