UQ campus dengan berbagai fasilitas yang dimiliki senantiasa bisa memanjakan para pecinta ilmu. Semua fasilitas disediakan untuk menunjang belajar. Untuk itu, Library menjadi begitu penting bagi para mahasiswa seperti si Bejo ini.

Suasana nyaman benar-benar bisa Bejo rasakan ketika berada di library. Lha wong kata orang jawa “pepak, resik tur peni” gimana nggak bikin kita betah. yang bikin tambah enak adalah fasilitas komputer yang terhubung dengan internet yang tersedia dengan melimpah.  Di ruang-ruang kaca (di BSL, Engineering,dan SSH) komputernya banyak banget. Kita nggak akan sampai ngantri, jika memang para mahasiswa lagi nggak bejibun pada ngumpul di library.

Mood (suasana hati) juga terjaga dengan aturan “sssttt”. Jika ada yang berisik pasti petugas akan datang untuk mengingatkan supaya diam atau berbicara berbisik-bisik saja. Jika mengantuk, cukup mampir ke cafe beli kopi sambil makan kue… weeh enak banget dech pokoknya.

Cuman perlu ada aturan juga lho karena kita nggak boleh makan dan minum sembarangan. Makan totally dilarang di dalam, kalau minum harus pakek gelas tertutup dan botol yang ada tutupnya. Alasannya sederhana aja, takut tumpah dan juga takutnya bisa bikin polusi udara karena bau dari makanan itu. Khan nggak semua orang selera makannya sama bung….

Memanfaatkan fasilitas komputer, membaca materi kuliah atau juga memfoto-copi bisa dikerjakan di library. Fasilitas yang ada sangat  mendukung untuk itu. Kalau mau mencetak bahan tinggal di print aja dari terminal, trus prin outnya kita ambil di meja fotocopi.

Bagaimana dengan udara di dalam library? sejuk……. pastinya.  Suhunya disesuaikan dengan suhu yang pas untuk tubuh. Nggak seperti di kantor di Indo, kalau suhu di luar lagi dingin karena di luar lagi hujan, wuihhh dinginnya di dalam bikin beku.

Meja dan kursinya juga nyaman. Untuk kursinya empuk dan bisa dinaik turunkan. Baca buku gratis untuk semua orang, si petugas nggak akan bertanya “are you student” mereke biarkan kita berlenggang karena di sini, membaca itu gretong, tidak masalah apakah kita student atau bukan. Bandingkan dengan beberapa perpustakaan milik universitas di Indonesia yang petugas perpusnya serem amit. Mau pinjam atau foto kopi biayanya mahal…. 

Hal lain yang bikin enak yaitu, nggak ada batasan jurusan. Kalau loe dari teknik bisa kok le library biologi, ke SSH, ke BEL demikian juga sebaliknya. Library nggak mengenal dikotomi pengunjung. Siapapun boleh masuk, karena memang di kartu mahasiswa kita nggak ada tuh tulisan ” anak ekonomi, anak teknik etawa anak hukum.

Kalau lagi penat baca dan browsing, tengoklah pemandangan di luar…. ih ciamik dech.. taman-taman dengan landscape professional siap memanjakan mata anda yang lelah.

Cuman sayangnya si Bejo nggak bisa menikmati Library lama-lama, karena berbagai aktivitas dan juga kerja telah banyak menyita waktunya.

Library UQ siapa yang nggak pengin!!!