ig_cup.jpg

Coffee atau kopi kata lidah orang melayu, di masa-masa menjelang ujian ini  selalu hadir memompa stamina berkonsentrasi yang mulai kendor. Kopi dengan berbagai rupa (latee, black, expresso, cappucino, dll..) mengawali perjuanganku mengalahkan tumpukan lembar- demi lembar materi kuliah.

Sejatinya aku bukanlah penggemar kopi, karena kedatanganku untuk menjemputnya hanyalah semusim saja. Yaitu musim ketika aku butuh mataku untuk tetap terjaga.

Meminumnya membuatku terjaga sepanjang hari dan malam, membuat mataku tak bisa sendu, membuat jantungku memompa darah lebih kencang agar aku selalu berkonsentrasi.

Apakah hanya itu nikmat yang bisa ku peroleh dari secangkir kopi? ternyata tidak karena kopi juga membuat  membuatku lebih percaya diri, lebih bergairah, dan seolah mendapat semangat baru.

Cukup satu gelas saja sehari supaya khasiatnya setajam pisau daging. Jika kau tambahkan di luar porsimu maka syarafmu akan kebal menolak kenikmatan kopimu.

Ketika ku menoleh ke kanan dan kiri ternyata kopi telah menjadi budaya di Brisbane sini. Jika di kampungmu kamu tidak mendapati gadis-gadis minum kopi, di sini engkau melihat semua wanita dengan asyiknya menikmati kopi. Tak peduli pagi, siang atau malam, kopi selalu tersedia di mana saja. Di sini siapa yang tidak mengenal Starbuck, Merlo Cafe, The Coffee club, Michelle Pattiserie dll.

Mungkin aku jarang menikmati nama-nama yang aku sebut itu, karena bagiku kopi buatanku sendiri sudah lebih dari cukup nikmatnya. Namun kopi-kopi dengan berbagi rupa itu, hmm dari aromanya saja membuatku terjaga, apalagi meminumnya, wuihh sensasinya membuatku tambah nikmat…. oh kopi walaupun nikmat engkau harus waspada karena dia  mengandung bisa caffein yang bisa membunuhmu pelan-pelan…….