poster-2-424-x-600.jpg

Brisbane 20 Oktober 2007. (agak telat sich upload-nya…. namanya juga wartawan karbitan…)

Jauh di negeri orang tidak membuat ekspresi kebangsaan kita menurun. Malahan terkadang kita bisa lebih nasionalis dan lebih berupaya menggali lebih dalam potensi kekayaan etnik budaya yang kita miliki. Lihat saja kasus lagu “rasa sayange” yang banyak dibicarakan banyak orang. Seolah kita bisa bersatu karena ada hal yang membuat kita bersama untuk bergerak satu tujuan.

Nah dalam rangka merayakan keindonesiaan kita dan juga sekaligus silaturahmi selepas lebaran plus penggalangan dana untuk membantu korban bencana gempa di Sumatera maka gabungan asosiasi Indonesian Student dari UQ, QUT, Griffith dan juga IISB dan PIQ mengadakan acara yang bertajuk Silaturahmi Indonesian Society in Queensland: Peduli Sumatera. Banner kerennya dapat engkau lihat di atas halaman ini… keren khan??

Acaranya yang dilangsungkan mulai jam 9 pagi sampai jam 2 siang di T203 Hawken Engineering Building 50, kampus UQ, dipadating buanyak banget pengunjung…..siapa pun (yang merasa dirinya orang Indonesia) pasti datang di acara ini, lantas apa ya yang menggoda mereka untuk datang?

Selain dari tampilan berbagai kesenian tradisional yang menarik (Saman, tari piring, angklung) , ternyata di sana juga ada Pak Iman “sesepuh masyarakat Indonesia di Brisbane” yang menampilkan biola dan “operet sarung” sungguh menarik dan lucu. Selain itu pula ternyata di luar juga disediakan makanan Indonesia yang melimpah, menggoda selera pula. Namun jauh di lubuk hati event ini adalah juga sebagai sarana halal bil halal sesama warga brisbane……….

Courtesy: Pics by Lazuardy (alias Adi)

slrt-1.jpg

Pak Iman, Bu Malia, Pak Hendry B dan Ha’i

slrt2.jpg

Pak Iman mempertontonkan kepiawaiannya bermain biola

slrt3.jpg

wajah-wajah hadirin

slrt5.jpg

wajah-wajah hadirin, Pak Konjen Sydney beserta istri juga hadir lho….. lihat siapa yang ada ada di tengah itu

slrt7.jpgMakanan nusantara, yang pake’ baju merah itu mantan member Indo Idol lho…..