Sekedar untuk menggugah semangat agar belajar lebih giat untuk bisa meraih gelar setinggi-tingginya……..

Bejo mendengar istilah Postdoc ini ketika dulu pada awal bulan Februari 2006 pada saat datangnya posttdoc students yang bernama Pak Salut Muhidin. (bener nggak ya menyebut kata students??) Beliau ini Dosen UI di jurusan Demografi yang ngambil doktornya di kanada? Nggak lama kemudian datang lagi postdoc yang masih sangat muda, Pak Akbar Rhamdani dari ITB, beliau juga doktor lulusan Kanada yang kini usianya masih di muda di bawah 30 tahun. Bidang ilmu Pak Akbar di bidang metalurgi engineering. Trus tak lama kemudian ada lagi Postdoc lain dari Scotland yaitu mas Beben (IPB), yang usianya juga masih mudah di bawah 30 tahun, riset Mas Beben berkenaan dengan pemetaan genetik manusia.

Penasaran dengan istilah ini kemudian Bejo mencari resource mengenai postdoc ini. Bagi Bejo jangankan Postdoc, Gelar Doktor aja belum dapat diraih….. gimana mau postdoc??. But anyway, for me that’s not a problem at least bisa menambah spirit untuk berjuang untuk meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi (doktor) why not gitu loh…..

Trus sebenarnya apa sih postdoc itu? Definisi dari National Postdoctoral Association di U.S. mengatakan bahwah Postdoc (a postdoctoral scholar) adalah seseorang yang memegang gelar doktor yang terlibat dalam proyek riset (baik riset mphil, honours degree maupun riset doktor) sebagai mentor atau sebagai terlibat dalam training ilmiah untuk tujuan memperoleh keahlian profesional yang diperlukan untuk mengembangkan karir yang dipilihnya.

Definisi dari Mark regets mengatakan bahwa postdoc ini merupakan posisi riset sementara yang dipegang oleh seseorang yang telah menyelesaikan studi doktornya. Durasi program ini berkisar dari 6 bulan sampai 5 tahun yang didedikasikan untuk program riset. Ada juga Postdoc lain yang disebut “teaching post-docs” yang mana si personal bersangkutan memilih karir sebagai pengajar (dosen). Mereka ini biasanya lazim disebut sebgai research fellow atau research associate atau kadang disebut sebagai research assistant professor. Temuan yang menarik yang dikatakan Regets bahwa di UK terutama di bidang engineering, tidak banyak lulusan doktor yang tertarik dengan program postdoc karena gaji yang mereka dapatkan ketika bekerja di luar (perusahaan) biasanya lebih tinggi.


Postdoc ini sangat penting bagi riset, mengapa? Karena dengan program mentoring seperti ini mereka bisa sharing ilmunya dengan para students yang lagi ngambil riset. Itung-itung berbagi pengalaman……Trus kalau dilihat dari segi salary, bagi kebanyakan kita terhitung lumayan…… pendapatan mereka per fortnight jelas lebih tinggi daripada tunjangan scholarship mahasiswa PhD atau Master. Yang jelas sangat layak. Walaupun demikian posisi yang lebih lucrative di Universitas di Australia tentunya menjadi Lecturer atau tenaga riset tetap. Gaji Lecturer lebih tinggi daripada postdoc ini.


Setelah membaca fakta dan data dari national postdoc association, ternyata rata-rata students di U.S. dapat menyelesaikan studi doktornya pada usia 33.3 tahun. Di bidang Engineering para doktornya lebih muda yaitu di usia rata-rata 31.4 tahun, Sementara itu di bidang Sosial dan Education di usia sekitr 35.2 dan 42.5 tahun. Itu di U.S. lho… Bejo nggak tahu berapa rata-rata usia teman yang menyelesaikan doktornya.

Dari observasi yang Bejo lakukan di lapangan (di UQ maksudnya……), umumnya keadaannnya memang demikian. Mereka yang berkecimpung di bidang Engineering biasanya menyelesaikan program doktornya pada usia yang sangat muda di banding mereka yang ada di jurusan sosial dan pendidikan. Pengamatan ini hanya ditujukan ke mahasiswa Indo yang belajar di UQ lho….. jangan salah ya!!!

Trus ada juga temuan menarik bahwa rata-rata usia PhD students (mahasiswa doktor) dari Australia lebih muda daripada yang berasal dari luar negeri. Mengapa demikian? Ya begitulah orang-orang Aussi, cepat banget dikarbit, bayangkan saja mereka bisa potong kompas dengan tidak usah ambil gelar master terlebih dahulu untuk meraih gelar doktor.

Mereka yang berotak cemerlang, dari bachelor degree (diselesaikan dalam waktu 3 tahun) kemudian mengambil program Honours (melakukan riset) selama satu sampai satu setengah tahun. Setelah lulus langsung dech …..ambil gelar doktor. Bayangkan kalau masuk universitas pada usia 17 tahun, trus usia 21 sudah lulus bachelor (Honours) trus langsung ambil pendidikan Doktor. Nah kalau Doktornya ditempuh dalam waktu 4 tahun maka pada usia 25 sudah bergelar doktor. Itulah mengapa anak-anak Indo yang ambil doktor biasanya lebih tua daripada rekan mereka dari OZZ. Kita memang kalah start……”Dasar orang aussi karbitan”……

Nah sekedar inspirasi, kalau misalnya kita punya keinginan agar anak-anak kita nanti bisa mendapat gelar doktor pada usia muda, mending langsung saja disuruh kuliah bachelor di luar negeri.

Source:

Mark C. Regets, What Follows the Postdoctorate Experience? Employment Patterns of 1993 Postdocs in 1995, NSF 99-307, National Science Foundation, Division of Science Resources Studies, Arlington, VA, USA, 1998

http://www.uq.edu.au/shared/resources/personnel/archive/remuneration/ResearchRates/ar010700.htm

http://www.nationalpostdoc.org/atf/cf/%7B89152E81-F2CB-430C-B151-49D071AEB33E%7D/Postdoc%20Factsheet.pdf