Hari rabu, tanggal 14 November adalah hari terkahir ujian dan juga sekaligus ujianku yang paling paripurna di UQ. Tak akan ada lagi ujian setelah itu. Setelah menjalani rutinitas studi yang cukup menguras konsentrasi, semuanya kini telah lepas. Buku-buku yang berantakan di meja dan di lantai kamar kini tersusun lagi di rak. Bahan-bahan bacaan pun telah kembali ke sarangnya.

Berfikir, berkonsentrasi, memberikan waktu untuk bahan kuliah adalah ibarat mengisi relung hati dan fikiran dengan bertumpuk-tumpuk materi yang sejatinya immaterial. Dengan bertumpuknya beban itu di kepala, kemanapun aku berjalan, serasa ada yang menggelayuti, seolah-olah dia berkata eeh mengapa kau mulai lupakan aku. Akhirnya kemanapun aku pergi dan apapun yang aku lakukan aku pasti kembali ke kertas-kertas itu untuk menelan dalam-dalam maknanya.

Meskipun aku akui aku bukan orang yang sangat mencintai bahan-bahan itu, namun aku harus selalu dan selalu kembali bersamanya hingga tiba masanya aku harus diuji. Satu aja motivasi yang membuat aku bersamanya yaitu keinginan untuk lulus. Hingga dengan “keterpaksaan” inilah aku pasti meluangkan waktu untuk tidur dan bermimpi bersama materi bahan-bahan kuliah itu.

Sekarang masanya telah usai. Semuanya sekejap pergi berlalu dari fikiranku. Hingga relung di hatiku meninggalkan relung yang kosong untuk diisi lagi dengan bahan lain yang tak kalah pentingnya… good bye exam……