Kejadian ini sudah lama sih, kira-kira bulan Fabruari lalu. Suatu hari Bejo sedang mengendarai mobil menuju tempat kerja. Waktu itu adalah hari sabtu pagi sekitar jam 6 am, waktu dimana anak-anak muda Aussi baru pulang dari bar dan diskotik atau tempat party yang lain.

Bejo tidak menduga kalau ternyata dalam perjalanan menuju tempat kerja ada polisi yang sedang patroli. Mobil Bejo diberhentikan. Bejo disuruh mangap lalu polisi itu memasukkan alat kontrol kadar alkohol. “Please open your mouth, mate” begitu kata si pak Polisi. Bejo disuruh menghembuskan nafas dalam-dalam melalui alat itu yang bentuknya seperti peluit wasit.

Jelas saja angka digital di alat itu nggak bergerak karena Bejo memang nggak pernah mencicipi minuman “setan” itu. Walaupun di setiap sudut pertokoan banyak sekali liquor store yang menjual aneka ragam minuman keras, Bejo tak pernah tertarik sedikitpun untuk mampir.

Setelah chek, Bejo siap-siap tancap gas, eh rupanya si Polisi Aussi itu tidak begitu saja membiarkan Bejo berlalu. Polisi mengarahkan Bejo untuk menepi di pinggir jalan. Setelah itu, kata pertama yang muncul dari mulut pak Polisi “Where are you heading, mate?, Can you show me your driving licence?, Bejo keheranan masak orang lain dibiarkan lewat Bejo disuruh berhenti.

“I m going to visit my friend. Here you are, Sir” jawab Bejo sambil ngeluarin SIM yang ia miliki. Kalau di Aussi, jangan sembarang bilang mau berangkat kerja, mereka bisa senewen, soalnya masa-masa ini banyak oarang Asia yang mulai merebut lapangan kerja orang sini.

Wow, what card is it” Si Polisi, sambil menyeringai, mulai menampakkan wajah nggak simpatik, nggak percaya kalau itu SIM. Padahal di situ tertera jelas tulisan Driving licence di bawah tulisan surat izin mengemudi. “Are you gonna deceit me?” katanya. “No sir, this is my driving licence, as I know, international students can use their own country’s licence to drive here”. “I dont believe you, this is not a driving licence, I gonna get you fined 300 dollar, unless you can show the translation.”

Bejo mau njawab apalagi karena memang ia nggak punya translation SIM. Bejo menunggu- dan menunggu, biasanya pak Polisi ngeluarin bill / tagihan denda, si Polisi membuka buku catatannya tentang pasal-pasal aturan lalu lintas. Hee dasar Bejo yang lagi mujur waktu itu, ternyata nggak ada pasal yang menyebutkan international driving licence nggak berlaku di Australia. Akhirnya sambil bersungut-sungut si Polisi membiarkan Bejo berlalu.

Namun begitulah, walau pak polisi lagi marah tapi dia masih fair karena nggak sembarangan menilang orang. Di sini, si pelanggar harus disebutkan kesalahannya dan pasal di peraturan atau UU yang dilanggar. Kalau misalnya ada denda yang harus dibayar maka kita diberitahu juga ketentuan pasal-pasalnya. Uang tilang/denda juga harus dibayarkan ke rekening city council. So, disini nggak ada istilah main mata, atau membayar di bawah tangan alias menyogok dech….