Tanggal 24 November 07, Pemilihan umum anggota perlemen federal di Australia sangatlah hambar Masa-masa ini para calon sedang giat-giatnya berkampanye. Menawarkan seribu satu macam janji jika nanti mereka terpilih menjadi anggota parlemen.

Di Australia, kampanye untuk Pemilu terbilang unik. Berbeda dengan di tanah air yang penuh dengan hingar bingar pengumpulan masa, arak-arakan kendaraan bermotor sampai pada panggung akbar untuk orasi dari para calon partai tertentu. Di Australia kampanye sepi, adem ayem, tidak ada keramaian sama sekali. Isu-isu politik dan publik digelontorkan melalui media tv, radio, dan selebaran-selebaran.

Dalam masa kampanye satu bulan menjelang Pemilu, hanya ada beberapa orang di mal-mal yang memasang foto calon sambil mengedarkan booklet calon yang bersangkutan. Kemunculan mereka juga nggak mencolok, tidak ada gairah ……Yang njagain pun bapak-bapak yang sudah sepuh. Bahkan ada beberapa yang memasang meja di pinggir jalan sambil memesang foto calon legislatif, yang nungguin hanya satu, alatnya cuman foto besar, payung dan booklet so simple dan sangat ngirit. Yang menghampiri merekapun juga bisa diitung dengan jari.

Di Australia, ada dua partai besar yang bertarung memperebutkan kursi di parlemen federal yaitu partai labor (Buruh) dan partai liberal. Partai Liberal kini dengan koalisinya dengan partai lain sedang duduk di pemerintahan. Selebihnya partai kecil (pertai gurem misalnya Green Party) dan partai national yang tergabung dalam koalisi dengan liberal. Ada juga calon independen yang tidak mengusung nama partai tertentu. Bejo ingat waktu isu papua sedang panas, waktu itu memang sih ada salah satu anggota perlemen state dari partai green yang secara terang-terangan mendukung papau barat lepas dari Indonesia. Setelah tahu kalau itu partai gurem… hmmmm Bejo, just don’t care lah, suara partai gurem nggak terlalu signifikan dalam menentukan kebijakan publik di Australia. Ini berbeda jika yang bicara partai labor atau liberal.

Bejo tertarik mengamati issu yang dilontarkan dua partai besar yang bertarung secara diametral. Issu yang sedang hangat mengenai hubungan buruh dengan bisnis (industrial relation). Partai liberal secara terang-terangan menohok komposisi caleg partai labor yang didominasi oleh orang dari serikat buruh. Mereka bilang: “apa jadinya negeri ini kalau isinya orang dari serikat buruh, orang-orang ini ‘musuhnya’ para pengusaha, so jangan pilih partai labor. Ekonomi sangat beresiko jika pemerintahan dialihkan ke partai Labor yang punya catatan jelek di bidang ekonomi.”

Sementara itu partai Labor dengan pemimpinnya yang masih “kinyis-kinyis”/Kevin Rudd dengan berapi-api muncul di tv mengungkapkan seribu satu kesalahan partai liberal. Ibaratnya kinerja yang sudah baikpun masih dikritik dengan mengatakan, seharusnya bisa lebih baik daripada itu, apalagi jika kinerja pemerintah buruk… wah partai liberal yang sekarang sedang memerintah bisa tambah “dikuyo-kuyo” dech…

Partai Labor melancarkan serangan dari dua sisi mengenai naiknya suku bunga yang ternyata dampaknya sangat dahsyat. Ini adalah suku bunga tertinggi selama 11 tahun. Kenaikan suku bunga mengakibatkan bertambahnya beban para debitur mortgage loan (kredit rumah). Suku bunga sekarang di Aussi yang mencapai 6.75% berakibat naiknya suku bunga kredit rumah menjadi 8.50% dari sebelumnya 8.30% Nah, Jika seseorang utang 300,000 dollar untuk beli rumah, maka dia harus merogoh 50 dollar lagi per bulan untuk nyicil rumah.

Dampaknya rental rumah juga naik, karena sebagian besar rumah yang disewakan dibiayai dari mortgage loan. Untuk properti yang berharga $250,000 biaya rental naik $12 dolar per minggu. Untuk Properti senilai $500,000 naik$25 per minggu. Para tenants (penyewa) bakalan mengahadapi situasi yang tambah sulit.

Namun ada saja pembelaan dari Liberal, mereka bilang seperti “jas merah, jangan melupakan sejarah”. Ingat masa lalu ketika Australia dipimpin partai Labor. Dalam periode 1979 sampai 2007, ketika dipegang labor rata-rata suku bunga adalah 6.79% sementara waktu dipegang liberal 5.25%. Walaupun suku bunga naik, tetapi toh ekonomi tetap tumbuh dengan baik, kata John Howard. “tingkat pengangguran pun sekarang ini sangat rendah” Dalam satu kesempatan ketika John Howard berada di Brisbane, dia minta maaf, however dia bilang penentuan suku bunga menjadi hak prerogatif Bank Sentral.

Issue kedua mengenai pernyataan auditor general (BPK di Australia) mengenai adanya penyimpangan dana pembangunan pabrik bahan bakar ethanol yang dialihkan untuk membangun proyek yang menguntungkan para konstituen liberal. Ibarat mendapatkan amunisi, Labor dengan sangat jitu mengangkat isu ini dengan baik untuk meningkatkan popularitasnya. Si John Howard hanya berkomentar” lah kok ya ngumumin temuan kayak gini kok pas pemilu???”

Labor juga bilang begini “okay Mr Howard, anda memang berprestasi di bidang ekonomi, tetapi anda sudah terlalu tua dan sudah mulai kehilangan sentuhan (loosing touch). Apalagi kalau ada hendak mengalihkan tongkat estafet ke wakil anda (Mr. Costello).. wah bisa-bisa berbahaya bagi Australia.”

Pertarungan issue dan debat di media terus diukur dengan persentase popularitas pooling. Tiap periode mingguan selalu dikeluarkan popularitas dari sang leader dan partai. Naik turunnya angka ini menentukan bisa menjadi prediksi kemenangan suatu partai.

Catatan pemilu 2004 lalu, Partai Liberal memperoleh 74 kursi, partai nasional 12 kursi, sedangkan yang lain lain dipegang independen sementara itu labor memperoleh 60 kursi.