Dua minggu lagi pesawat yang menghantarkanku ke tanah air segera berangkat. Semua barangku pun sudah aku kirim. Tiada tersisa kecuali diriku dan setumpuk harapan yang masih tersisa. Waktu-waktu ini rasa senang bercampur sedih bercampur jadi satu. Dan aku telah tersadarkan bahwa ini bukanlah hidupku.

Ini hanyalah sekelumit cerita masa lalu dan harapan masa depan. Sudah saatnya bangun dari tempatku bernafas


Saatnya menikmati hari kebersamaan telah berakhir. Waktu itu ditandai dengan . Silih rupa berganti mewarnai perjalanan hidup. Tahun lalu aku masih akrab terlihat wajah-wajah teman seangkatan yang kini telah pergi. Dan sekarang wajah baru bermunculan menggantikan yang telah pergi. Aku jadi teringat akan hidup, kelahiran dan kematian. Yang menyadarkan bahwa hidup kita ini sangatlah singkat

Aku akan tinggalkan kota Brisbane ini (dua minggu lagi bukanlah waktu yang lama), namun ku akan selalu merindukan kota ini. Kota yang indah dan penuh kenangan manis.

Bunga-bunga jacaranda yang berwarna violet

Tembok-tembok kokoh dari batu pasir mengingatkan saya akan kampus

Bus, kereta, city cat yang nyaman

Perpustakaan yang sejuk

Taman-taman yang rapi dan indah

Semuanya berlalu berganti dengan wajah dan rupa yang berbeda.


Tiada kata yang dapat aku ucapkan kecuali permohonan maaf. Dalam berkehidupan bersama teman-teman pasti banyak bertutur kata dan bertindak yang tidak berkenan, menorekan luka di hati. Untuk itu sudah sepantasnya jika ku sampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya. Mungkin jika kesalahanku terlalu besar untuk dimaafkan, maka mudah-mudahan Sang Pencipta masih bekehendak memaafkannya

Kembali ke alam realita setelah dua tahun lamanya bermimpi indah di kota ini. Brisbane kota ini yang akan selalu menjadi kenangan……. Kalaupun tempat tidak lagi menjadi teman dalam kebersamaan kita, namun waktu masih menjadi milik kita bersama.