Gile bener Pemilu di Aussi. Hari ini sabtu tanggal 24 Nov pagi-pagi orang-orang berkerumun di TPS untuk ambil suara memilih para anggota parlemen dan senat di tingkat nasional / federal. Tidak lama setelah poemungutan suara yaitu pada Sabtu malam hasilnya sudah langsung dapat diketahui. Proses dari ambil suara, perhitungan sampai pada pengumuman perhitungan suara hanya makan waktu beberapa jam. Tidak ada kata lain selain ….hebattt!!

Perhitungan suara sampai pada detik ini yang sudah 74% sudah mencerminkan hasil pemilu. Dan Partai Labor akhirnya menang, mengalahkan pemerintah koalisi dengan suara 84 banding 58. Sang pimpinan partai Labor (Kevin Rudd) selanjutnya secara otomatis menjadi Perdana Menteri (Kepala Pemerintah). Yang membanggakan dari kemenangan ini khusus untuk warga Brisbane dimana salah satu warganya menjadi perdana menteri setelah 60 tahun lalu.

Setelah hasil pemilu diketahui maka pemilihan para menteri pun tidak akan dilakukan lagi. Tinggak dicomot saja dari anggota parlemen. Mengapa demikian? Jjauh sebelum Labor menang ketika mereka menjadi oposisi sudah memiliki menteri bayangan yang disebut sebagai shadow minister. So nggak ada lagi dech istilah simatupang (siang malam tunggu panggilan) untuk tokoh-tokoh tertentu berharap ditelpon dari sang kepala pemerintah ……

Sistem pemerintahan di Australia berbeda dengan Indonesia. Di Australia yang memerintah adalah anggota parlemen yang memiliki kursi terbanyak di parlemen yang selanjutnya disebut eksekutif. Partai yang kalah kemudian berperan menjadi oposisi. Dengan demikian tidak ada perbedaan tegas antara legislatif dan eksekutif karena mereka sama-sama berasal dari anggota parlemen yang memegang fungsi legislasi.

Ketentuan tersebut bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga berlaku di tingkat state (negara bagian). Dengan demikian Pemilu menjadi lebih ngirit biaya karena nggak perlu mangadakan berulang-ulang untuk memilih anggota DPR dan kepala pemerintahan baik itu di pusat maupun di daerah. Akan tetapi frekwensi pemilu di Australia sekali tiap tiga tahun.

Dengan kemenangan ini maka Labor sudah dapat dipastikan memerintah seluruh Australia karena semua state maupun territory sekarang dipimpin oleh partai Labor.

Mengapa John Howard kalah? Simply karena Australia butuh penyegaran dan memang dia telah berada di kursinya selama 11 tahun. Pak John Howard sudah 33 tahun di parlemen… orang-orang mungkin sudah bosan melihat dia berbicara di TV….. …..Ke depan Pak Rudd mudah-mudahan bisa menjalin hubungan yang lebih baik dengan negara Indonesia.