minyak1.jpg

Sepuluh tahun kemudian, Pdvsa bukan lagi perusahaan minyak, setidaknya itu menurut standar Espinasa. Perusahaan ini ada untuk membiayai transformasi Chavez atas Venezuela. Integrasi ini diilustrasikan dengan fakta bahwa Rafael Ramírez, menteri energi dan perminyakan, juga merupakan presiden Pdvsa. “Pdvsa yang tidak menghiraukan orang-orang yang tidak beruntung dan berada dalam penderitaan dan kemiskinan, telah usai” demikian kata Ramirez. “Sekarang industri minyak mengambil langkah nyata untuk memperdalam distribusi revolusioner pendapatan dari minyak untuk rakyat. “Jika Pdvsa pada tahun 1990 an dipandang sebagai Exxon-nya venezuela, Pdvsa sekarang adalah laci kas presiden yang bernilai 35 milyar dollar.

Chávez banyak sekali melakukan perjalanan ke luar negeri. Presiden negara lain yang menerimanya mungkin menikmati hadiah darinya berupa replika pedang Bolivar. Tetapi mungkin mereka lebih menghargai jika minyak menyertai hadiah itu. Chaves memberi diskon atau bahkan minyak gratis ke negara-negara di Amerika tengah dan kawasan karibia. Dia mengirim sebanyak 100,000 barrel tiap hari ke Cuba sebagai pertukaran atas pelayanan dokter dan keahlian Cuba dalam mengamankan negara. Dia telah memberikan bantuan buka minyak kepada negara-negara amrika latin, yang sebagian besar berupa proyek enerhi. Citgo mengatakan bahwa dia memberikan 80 juta dolalr dalam bentuk minyak pemans kepada penduduk miskin di Bronx selatan (New York) musim dingin lalu.

Pdvsa memberikan subsidi minyak untuk konsumsi domestik. Minyak murah untuk rakyat Venezuela bukan hal yang baru, ketika presiden Pérez mencoba untuk menaikkan harga gasoline di tahun 1989, kekacauan hampir saja menjungkalkannya. Rakyat Venezuela merasa memiliki hak atas minyak; dan mereka bertanya mengapa mereka harus membayar lebih mahal. Subsidi kian membengkak. Setiap gallon minyak berharga 6.3 cents di pompa bensin, dan sekarang ini rakyat Venezuela sangat rakus akan minyak. Kendaraan baru akan bertambah sejumlah 450,000 tahun ini – 4 kali lipat dari angka empat tahun lalu. Enam Dealer Hummer diberitakan akan dibuka awal tahun depan.

Minyak sekarang juga digunakan untuk membangkitkan listrik. Beberapa pembangkit listrik biasanya menggunakan gas alam, tetapi produksi gas telah menurun, mengakibatkan berkurangnya pasokan. Konsumsi minyak domestik telah mencapai paling tidak 650,000 barrel perhari, menurut ekonom Venezuela. Venezuela mengimpor produk minyak dan mungkin akan segera mengimport bensin. Ada juga masalah penyelundupan: minyak yang disubsidi diselundupkan ke luar dan dijual pada harga pasaran dunia di Kolombia dan Karibia. Baik untuk konsumsi domestik maupun untuk menjalin kemitraan dengan negara tetangga, Venezuela memberikan minyak gratis dan juga subsidi sebanyak sepertiga dari produksinya. Sisanya sebagian besar dijual di U.S.

Uang yang diperolah Pdvsa diperoleh dari penjualan minyak pada harga pasar digunakan untuk membiayai revolusi chavez di dalam negeri. Tahun lalu, Pdvsa memberikan kontribusi ke negara sejumlah lebih dari 35 milyar dollar, dalam bentuk pajak, royalti dan bantuan langsung program sosial. Ini adalah 35 persen dari pendapatan kotor perusahaan.

Hampir 14 milyar dollar dibelanjakan sesuai kehendak tunggal Chavez. Belanja ini dinamakan uang pembangunan sosial, meskipun kelihatannya bahwa hanya sedikit aspek sosial dari sebagia besar pembelanjaannya. Sebagian besar uang mengalir ke dana pembangunan nasional atau Fonden yang merupakan dana diluar anggaran yang sepenuhnya dikendalikan Chavez yang juga mengambil cadangan mata uang luar negeri di bank sentral. Website Fonden di bulan Juli merislis 130 proyek berupa infrastruktur, bantuan asing dan beberapa proyek sosial seperti klinik kesehatan dan juga pembelian helikopter, teknologi kapal selam, senjaata dan pembangunan pabrik amunisi. Daftar ini dikeluarkan dari website segera setelah tercium oleh pers dan digantikan dengan daftar yang berisi belanja non militer. Apa yang sebenarnya dibeli Fonden, berapa, dan prosesnya seperti apa semuanya masih misteri.

Proyek Pdvsa yang paling disukai rakyat adalah program jaring sosial yang disebut misiones. Misi ini secara langsung menyediakan klinik kesehatan dan sekolah langsung ke masyarakat miskin. Belanja ini dalam beberapa hal langsung ditangani sendiri oleh Pdvsa. “Jika Pérez menginginkan uang dari booming minyak, dia harus menunggu Pdvsa untuk membayar pajak, dan dia harus ke Congress dan selanjutnya dilakukan pengesahan belanja.”. Hari ini presiden Chavez tinggal telepon Ramirez dan dalam satu jam dia mendapat 200 juta dollar.

Untuk membiayai proyek yang ambisius, Pdvsa harus memproduksi minyak. Secara toeritis ini bukan menjadi masalah. Ketika Chaves terpilih, minyak mentah Venezuela berharga 9 dollar per barrel (atau 11 dollar sekarang). Dalam waktu yang sangat singkat minyak melambung menjadi 78 dollar (minyak venezuela diperdagangkan di bawah rata-rata harga minyak mentah OPEC). Chavez selanjutnya menjadi pewaris rezeki nomplok dari minyak terbesar sepanjang sejarah. Rezeki yaang didapatkan dari kekacauan di Iraq, Iran, Nigeria dan juga melambungnya permintaan dari China dan India yang sepertinya tidak akan segera berakhir. Dengan demikian untuk masa depan, pasti ada uang untuk semua hal. Namun demikian Pdvsa menghadapi masalah.

Satu cara yang paling baik untuk melihat lebih dekat tantangan yang dihadapi Pdvsa adalag misteri hilangnya rigs pengeboran. Sebuah rig bertugas ganda: mengebor ke bawah titik yang diduga berisi minyak dan membersihkan kembali sumur minyak ketika tersumbat. Karena minyak sangat menguntungkan dan orang-orang sangat kesetanan untuk mengebor berakibat pada berkurangnya pasokan rigs, dan selanjutnya harga sewanya pun membumbung. Tetapi kekurangan pasokan di Venezuela jauh lebih buruk daripada negara lain dimanapun. Dalam pengakuannya di hadapan majelis umum di bulan Juli, Luis Vierma, wakil presiden Pdvsaa untuk produksi menyebut kurangnya pasokan Rig sebagai gawat darurat operasional yang signifikan. Berdasarkan keterangan dari Barker Hughes, Perusahaan berbasis di Houston yang menyediakan perhitungan rigs standar dunia hanya ada 73 rigs yang masih aktif di Venezuela.

Proses pengadaannya memburuk, Vierma mengaku bahwa dari 63 perusahaan yang diundang untuk mensuplai Rigs, hanya 22 yang melakukan penawaran. Sejumlah 12 perusahaan menerima kontrak utnuk mensuplsi 27 rigs, tetapi hanya ada 4 perusahaan yang benar-benar membawa rigs ke Venezuela. Vierma menyebut ini sebagai sabotase diam-diam perusahaan multinasional.

Kenyataan ini mungkin disebabkan karena pasar yang menentukan harga. Rigs sekarang berada pada permintaan yang tinggi: satu rigs berharga paling tidak 15 juta dolar, dan rig lepas pantai berharga lebih dari 95 juta dollar. Kenapa harus ke Venezuela? “Kontraktor besar ingin membawa rigs yang mereka punya ke negara yang beresiko rendah dari ancaman pengambil alihan.”.

Si penulis (Hendersen) pergi ke danau Maracaibo untuk melihat masalah yang senyatanya. Maracaibo adalah danau terbesar di Amerika Selatan, sebuah cekungan yang menjadi tempat pembuangan yang sangat besar, dimana pengeboran minyak yang signifikan dimulai di tahun 1920 an. Penulis menduga akan melihat beberapa rigs, tetapi kenyataan yang dihadapi di lapangan lebih komplek.

Menuju ke bagian timur danau pada pagi yang panas dan berhujan, penulis melalui komplek Pdvsa. Tanki penyimpanan minyak besar berada di tepi jalam, Pintu masuk komplek ditandai dengan tulisan slogan revolusi: “Fatherland, Socialism or Death!”. Danau itu dililit kawat jalur listrik dan di beberapa titik papan pengendali sumur minyak, toer listrik dan yang paling besar tower setinggi 170 feet rigs pengeboran. Di tahun 1997, ada 57 rigs yang beroperasi di danau itu. Pada saat penulis berkunjung, tinggal 29. Dari sejumlah itu ada 22 rigs yang tidak beroperasi. Rig-rig itu tidak dapat lagi dioperasikan karena ketiadaan peralatan tambahan dan perawatan yang kurang baik.

Di bulan Juni, Pdvsa mengambil alih kontrak operasi dan perawatan dari rigs mereka yang masih baik dari operator yang memilikinya, Ramirez si menteri minyak mengatakan bahwa di operator itu adalah kanibal yang merampok nagara dan Pdvsa dapat melakukan pekerjaannya hanya untuk sepertiga dari harga minyak.

Penulis menghitung paling tidak ada 10 rigs milik Pdvsa yang sama sekali tidak beroperasi, manajemen perusahaan sangat lemah, kata kontraktor. Kata mereka juga Pdvsa tidak mampu mengkoordinasikan perbaikan rigs. Pdvsa bertanggungjawab untuk melayani semua rigs yang beroperasi di danau itu. Mereka bahkan harus menunggu satu minggu hanya untuk membuang rigs yang tidak terpakai. Masih ada alasan lain mengapa hanya ada sedikit rigs yang beroperasi. Zvierma sendiri sendiri sedang berada dalam prosed investigasi oleh Majelis Nasional – yang tidak memiliki oposisi untuk mengawasi pembelian rigs dari perusahaan yang diduga tidak memiliki rigs, tidak memiliki pengalaman dan bahkan hanya memiliki sedikit modal.