Kata Februari mempunyai asosiasi yang berhubungan dengan kata “basah”. karena pada bulan itulah biasanya air mengucur deras dari langit. Tanggal 1 Februari tahun 2008 bus depok – Kalideres yang aku naiki di pagi itu kebasahan. Bus yang masih terbilang AC itu bocor di sana sini. Aku hitung ada 8 titik air dari atap bus yang sudah rombeng. Sepanjang perjalanan yang macet itu aku hampir berdiri selama 2 jam  lamanya. Namun nggak mengapa yang penting udara di dalam adem.

Pada tanggal satu di bulan itulah pertama kali aku resmi kembali ke tempat “nongkrong” ku dulu. Mulai hari itu juga aku harus mengisi  lembaran absen yang tersaji setiap pagi di meja.

Aku ingat juga Bulan Februari tahun lalu dan tahun 2002 lalu, banjir besar mampir di Kota jakarta dan sekitarnya. Banjir tahun lalu (2007) membuat semua buku dan semua yang terbuat dari kertas rusak. Barang-barang itu aku titipkan di rumah kakakku di Ciledug semasa aku lagi berada di Brisbane.

Di tanggal itu pula, berita-berita di internet menyajikan liputan yang lekat dengan banjir. Sudah ada beberapa wilayah yang tergenang termasuk rumah kakak di Ciledug. Bandara Cengkareng juga mengalami masalah akibat hujan yang sedari pagi tiada henti mengucur dari langit kota jakarta yang selalu tertutup asap polusi.

Berita selanjutnya akan berkaitan dengan perumahan-perumahan yang tergenang… wuah…. wuah……