Memulai suatu pekerjaan setelah sekian lama ditinggalkan hampir sama dengan memulai pekerjaan yang baru. Setelah kira-kira dua tahun lebih pekerjaan ini aku tinggalkan, aku mencoba lagi peruntunganku di lahan yang serkian lama aku tinggalkan.  Pada waktu lalu aku tidak begitu hectic dan terkubur dengan rutinitas pekerjaanku, kini aku coba merangkainya kembali. Situasi di tempat kerja sudah banyak yang berubah. Yang dulu polan kini tekah menjadi jumawa. Yang dulu jumawa kini beberapa menjadi pesakitan. Pokoknya komplit dech. Muka-muka baru datang, muka lama banyak juga yang tekah menghilang pindah ke begian lain.

Aku kembali memulai dengan suatu definisi:
Pekerjaanku pada intinya adalah bagaimana caranya mengkomunikasikan ide dalam otak kita menjadi sesuatu yang kongkrit. Komunikasi ide ini perlu didukung dengan bahasa lisan dan tulisan yang harus memadai. Ide yang aku sampaikan tentunya harus didukung oleh evidence (bukti) yang cukup kuat.  Yang cukup merepotkan dari komunikasi ide kita karena nasib dari orang yang dimana ide kita tertuju akan menjadi taruhannya.

Jika nggak ingin ide kita dibilang lemah maka harus mendukungnya dengan berbagai sumber teoretis, yuridis, dan praktis yang sangat logis. Kita harus pandai mengkomunikasikan ide kita dengan bahasa verbal dan numerik. Komunikasi ide bukan hanya disampaikan secara langsung ke pihak yang bersangkutan tetapi melalui tingkatan-tingkatan pejabat yang terkait dengan kasus/ ide yang kita ungkapkan.

Menjalankan profesi ini sama dengan suatu permainan politik petak umpet. Kadang-kadang apa yang kita bilang salah hari ini menjadi benar beberapa waktu kemudian. Dengan demikian kita harus selalu jitu dalam menerapkan  evidence dan rumusnya.

Ide yang sering aku sampaikan pasti akan selalu ada sanggahannya karena menyangkut penilaian baik dan buruknya kinerja bahkan nasib orang lain. Walaupun kinerja mereka yang aku nilai telah ada panduannya namun memulai menyampaikan ide dengan bahasa yang sederhana lalu mengembangkannya dengan apik merupakan tantangan yang cukup besar. Jika anda bilang “anda salah” maka orang lain pasti bilang “salah apa? mengapa saya salah” dari pertanyaan sederhana seperti inilah kelihaian orang-orang yang berprofesi seperti diriku diuji. Inti dari pekerjaanku adalah membuktikan kesalahan orang lain. Cara pembuktian inilah yang akan membedakan kualitas para profesional seperti diriku.