Tiga hari terakhir sejak hari senin 11 Januari hujan selalu deras selalu datang. Hujan turun merata sepanjang waktu. Memang bulan Januari bisa dikatakan bulan hujan karena akronim dari Januari adalah hujan sehari-hari. Hujan bukan hanya berkah yang patutu disyukuri karena tanpa hujan kita tidak akan bisa menikmati hidup. Hujan kali ini aku cermati dalam beberapa hal:

Pagi hari semakin gelap awan yang mengantung di langit membuatku malas untuk berangkat pagi-pagi ke kantor. Kebetulan mobil jemputan mulai jalan dari pool jam 5:30, bus itu biasanya melewati tempatku menunggu sekitar jam 5:45. Untuk sampai di tempat penjemputan aku butuh waktu sekitar 15 menit. Kebayang khan aku harus berangkat jam berapa?

Pagi hari yang sangat gelap itu membuat malas naik bus pagi hingga akhirnya aku putuskan naik kereta ekspress. Dengan naik kereta ini aku bisa berangkat lebih siang sekitar pukul 06:30d an tiba di kantor pas (nggak telat) ueenak khan…..

Aku semakin menyadari begitu pentingnya punya payung. Suatu saat pas hujan deras aku turun dari bus tapi nggak bawa payung… Terpaksa dech berlindung di emperan toko sekitar setengah jam lamanya. Padahal kalau punya payung aku pasti sudah bisa rebahan di tempat tidur.

Karena sepatu kesayangan yang sering dipakai basah kena air hujan akhirnya sepatu cadangan kepakek juga. Sepatu cadangan itu kepakai pas wisuda pertama di Bris dan kedua di Pal he he he….

Hari kedua dari 11 Jan, aku pulang naik kereta dari Tanah Abang. Dari kantor hujan sudah mulai menerpa walaupun masih berstatus gerimis. Menjelang sampai di Tanah Abang hujan turun dengan lebat. Begitu sampai di sana, setelah membayar ojeg (15000) aku naik ke atas, langsung beli tiket lalu turun ke peron 5. Di sana kereta yang akan membawaku sudah siapa akan berangkat. Namun naas nggak bisa ditolak belum sampai seluruh badan masuk ke dalam kereta pintu langsung tertutup, alhasil aku terjepit di antara pintu elektrik itu. Untunglah ada orang yang membantu dan kebetulan badanku agak licin karena air hujan sehingga aku bisa meloloskan diri dari pintu maut itu.

Hari ketiga dari 11 jan. Pagi hari waktu berangkat aku selamat dari Hujan. Begitu tiket kereta sudah kudapatkan dan berada di peron hujan lebat langsung mengguyur. Alhamdulillah untung aku sudah di peron saat hujan datang. Hujan juga membuatku jarang mandi. Jangankan untuk mandi untuk cuci muka aja dinginnya minta ampun dech….. 14 Jan 2009