Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak menggunakan ahli pemeriksaan jasa kontruksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalan alternatif
http://beritasalatiga.blogspot.com/2010/04/auditor-badan-pemeriksa-keuangan-bpk.html
Tuesday, April 6, 2010 | 5:20 AM

Fakta persidangan kasus dugaan korupsi pembangunan jalan alternatif Argomulya-Sidorejo di PN Salatiga pada senin, 5 April 2010, terungkap bahwa auditor Badan pemeriksa Keungan (BPK) tidak menggunakan ahli pemeriksa jasa kontruksi, ketika melakukan pemeriksaan jalan.

Seharusnya pada pemeriksaan tersebut mengacu UU yang ada yang mengharuskan menggunakan tenaga ahli dari BPK atau luar, namun hal tersebut tidak dilakukan. Kasus dugaan korupsi dengan terdakwa Nugroho Budi Santoso SE itu menghadirkan saksi ahli Kepala Sub Auditor Mulyono. Majelis hakim terdiri atas Ahmad Rosidin SH,MM (ketua) dan Lourensius Bapa SH dan Wuryanti SH (anggota), dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Setyawan NC SH dan Sujatmika SH.

Beberapa pertanyaan dilontarkan dari Pengacara Nugroho, Marthen Thoelle,SH kepada Joni. Penekanan terutama tidak dilibatkannya tenaga ahli di bidang konstruksi dalam pemeriksaan proyek pembangunan jalur alternatif itu. terutama dalam pengambilan sampel core drill. di samping itu, pengambilan sample dinilai tidak sesuai dengan regulasi yang ada.

Dijelaskan minimal dilakukan pengambilan sampel di enam titik jalan sepanjang 200 meter. tetapi dalam kasus yang menimpa CV Kencana milik Nugroho, pengambilan sampel untuk jalan sepanjang 660 meter hanya pada tujuh titik. “apakah ini sudah bisa menjadi kesimpulan?”tegas Marhen.

Joni Menjelaskan semua mekanisme yang dilakukan sudah sesuai. BPK juga memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan belanja daerah terkait proyek jalan alternatif yang merupakan bagian dari proyek di Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Saksi lainnya adalah Kabag Hukum Pemkot Salatiga Ardyantara SH dan konsultan Devito. Pada kasus dugaan korupsi terdakwa Nugroho Budi Santoso selaku Pemilik CV Kencana, didakwa melanggar UU Pemberantasaan Tindak Pidana Korupsi karena dinilai terdapat penyimpangan dan berdasarkan audit BPK, terdakwa dianggap merugikan keuangan negara Rp 276 juta.

Rekanan Salatiga Tuntut Polisi Tangkap Oknum BPK
Rabu, 05 Mei 2010 13:13:00
http://www.krjogja.com/krjogja/news/detail/31484/Rekanan.Salatiga.Tuntut.Polisi.Tangkap.Oknum.BPK.html
SALATIGA (KRjogja.com) – Rekanan Salatiga melalui Asosiasi Jasa Konstruksi menuntut kepada Polres Salatiga untuk terbuka dan segera menangkap oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Semarang, Mul (42) warga Semarang yang diduga telah melakukan rekayasa temuan proyek JLS 2005 di Salatiga. Pernyataan ini ditegaskan oleh, Humas Asosiasi Jasa Konstruksi Salatiga, PY Parito kepada KRjogja.com, Rabu (5/5).

“Kami menuntut polisi bersikap tegas dan menyidik serius kasus ini. Sejak kasus dugaaan pemalsuan surat keterangan hasil pemeriksaan proyek JLS 2005 kami laporkan ke polisi belum ada perkembangan. Kami rekanan Salatiga tidak terima dengan ulah Mul yang telah memalsukan hasil pemeriksaan,” tandas PY Parito.

Sebagian besar rekanan di Salatiga juga mendesak polisi untuk mempercepat penyidikan dan menahan Mul karena dengan jelas (dari hasil sidang di PN Salatiga), LHP yang dibuat seenaknya dan menjebak rekanan.

Rekanan menurutnya, Senin (10/5) pukul 09.00 WIB akan mendatangi Mapolres Salatiga untuk mempertanyakan kasus ini. Selain itu, mereka akan mendatangi kantor DPRD Salatiga menyampaikan aspirasi berkaitan dengan tindakan sewenang-wenang oknum BPK yang akhirnya berdampak pada hukum. “Polisi harus memperhatikan keresahan warga jasa konstruksi yang dibuat mainan oleh oknum BPK,” tegas PY Parito.

Kedatangan massa rekanan dan simpatisan ini sudah secara resmi diberitahukan ke Polres Salatiga, Rabu (5/5) pukul 10.00 WIB dan diterima oleh Kataud Polres Salatiga, Wartono. Diketahui penanggung jawab CV Kencana Salatiga, Nugroho Budi Santoso SE dituntut 5 tahun penjara sedangkan pengguna anggaran (PA) mantan Ka-DPU Salatiga, Ir Saryono dituntut 4 tahun penjara pada sidang di PN Salatiga. (Sus)