Kamis, 05 Agustus 2010 | 18:28 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung – Komisi Pemberantasan Korupsi mereka ulang kasus suap pejabat Kota Bekasi kepada Kepala Sub Audtoriat Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jawa Barat, Suharto, di Bandung, Kamis (5/8).

Rekonstruksi penyerahan duit suap itu digelar antara lain di dua tempat, yakni di Restoran Sindang Reret, Jalan Surapati, serta rumah tinggal tersangka Suharto di Kompleks Perumahan BPK Jalan Lapang Tembak, kawasan Sukasenang.

Dari pantauan di Kompleks BPK Jalan Lapang Tembak, rekonstruksi yang dipandu sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan ini menampilkan adegan penyerahan duit suap Rp 200 juta dan penangkapan para tersangka pada Senin (21/6) lalu.

Digelar mulai sekitar pukul 15.30 WIB, adegan reka ulang ini melibatkan tiga tersangka, yakni Suharto, Kepala Inspektorat Kota Bekasi Herry Lukamanto Hari, serta pejabat Dinas Pendapatan Daerah Kota Bekasi Herry Supardjan.

Reka ulang dimulai dengan adegan kedatangan Herry Lukmanto dan Herry Supardjan di depan rumah Suharto di Kompleks BPK, Jalan Lapang Tembak. Keluar dari mobil terpisah, kedua pejabat Kota Bekasi in disambut tuan rumah Suharto.

Sejenak kemudian ketiganya memasuki rumah Suharto, lalu duduk di ruang tamu. Sejenak kemudian tersangka Herry Supardjan meyerahkan uang tunai Rp 200 juta dalam tas hitam kepada Suharto. Suap ini diguyurkan agar auditor BPK memberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian atas Laporan Keuangan Kota Bekasi Tahun 2009.

Usai menyerahkan duit, kedua tamu lalu meninggalkan rumah Suharto dan ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan yang sudah mengintai mereka sejak siang.

Reka ulang juga menampilkan adegan penyidik Komisi yang mendekati tersangka Suharto yang baru saja melepas kedua penyuap di halaman rumah. Setelah mengenalkan diri dan berbasi-basi, keduanya lalu memasuki rumah.

Suharto saat itu juga dicokok Komisi. Dari rumah pejabat auditor BPK ini, Komisi mengamankan duit suap Rp 200 juta yang baru diterima Suharto. Selain itu, duit Rp 72 juta yang diduga bagian dari suap yang diterima Suharto dari pejabat Kota Bekasi yang sama beberapa waktu sebelumnya.

Seorang penyidik Komisi mengatakan sebelum di Kompleks BPK, tim menggelar rekonstruksi penyerahan duit suap Rp 200 juta untuk Suharto dan tersangka Enang Hermawan, auditor BPK Jawa Barat.

“Di (Restoran) Sindang Reret tadi rekonstruksi adegan penyerahan suap sekitar Rp 200 juta juga kepada tersangka pejabat BPK Jawa Barat pada 21 Mei lalu oleh pejabat Kota Bekasi, termasuk Sekda (Sekretaris Daerah) Kota Bekasi Chandra Utama,” kata dia di Kompleks BPK Jawa Barat, Jalan Lapangan Tembak, Bandung, Kamis (5/8) petang.

Kasus penyerahan duit suap di restoran itu merupakan hasil pengembangan pemeriksaan atas Suharto dan dua pejabat Kota Bekasi setelah tertangkap tangan di Jalan Lapang Tembak.

“Jadi saat diperiksa, para tersangka ini menyanyi bahwa ada serah terima duit Rp 200 juta juga di Sindang Reret. Jadi total suap yang diberikan kepada pejaat BPK Jawa Barat itu sebetulnya Rp 400 juta,” kata dia.

Dari pantauan di lokasi, jumlah adegan reka ulang di rumah Suharto sudah memasuki angka 70. “Total sejauh ini 72 adegan mulai (adegan rekonstruksi) di Pemkot Bekasi. Setelah ini masih ada (rekonstruksi) di Kantor BPK (Jawa Barat),” kata penyidik Komisi lainnya.

Seperti diketahui, Rabu (4/8) petang kemarin Komisi Pemberantasan menggelar reka ulang kasus yang sama di ruang Bagian Hukum Kantor Wali Kota Bekasi. Rekonstruksi yang antara lain menampilkan adegan pengambilan duit Rp 195 juta dari brankas kantor itu melibatkan tersangka Sekretaris Daerah Kota Bekasi Tjandra Utama Affandi Effendy dan Herry Lukmanto.

ERICK P. HARDI